Jokowi: Penanganan Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Defisit APBN

Jokowi: Penanganan Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Defisit APBN
Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. (Foto: Antara / Arif Firmansyah)
Lennny Tristia Tambun / Novy Lumanauw / BW Rabu, 3 Juni 2020 | 11:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penanganan virus corona atau Covid-19 berdampak pada peningkatan defisit APBN 2020.

“Terkait perubahan postur APBN tahun 2020, saya mendapatkan laporan bahwa berbagai perkembangan dalam penanganan Covid-19, dan berbagai langkah strategis pemulihan ekonomi membawa konsekuensi adanya tambahan belanja yang berimplikasi pada meningkatnya defisit APBN,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang penetapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan perubahan postur APBN tahun 2020 melalui video konferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Melihat kondisi itu, Jokowi meminta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan kalkulasi dengan cermat. Hal itu agar prosedur APBN 2020 bisa terjaga.

“Untuk itu, saya juga minta Menteri Koordinator Perekonomian, Menkeu, Bappenas melakukan kalkulasi lebih cermat, detail, matang terhadap risiko fiskal kita ke depan,” ujar Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi menekankan agar perubahan postur APBN dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel. Sehingga, APBN 2020 bisa dijaga, dipercaya, dan tetap kredibel.



Sumber: BeritaSatu.com