BI Beli SBN Di Pasar Perdana Total Rp 26 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BI Beli SBN Di Pasar Perdana Total Rp 26 Triliun

Rabu, 3 Juni 2020 | 14:30 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Di dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang saat ini telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, salah satu poin perluasan kewenangannya adalah memberikan keleluasaan Bank Indonesia (BI) untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) jangka panjang di pasar perdana, guna membantu pemerintah membiayai penanganan dampak penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, total pembelian SBN oleh BI di pasar perdana sebagai tindak lanjut dari UU Nomor 2 Tahun 2020 hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp 26 triliun.

“Sejak lelang tanggal 21 April 2020, BI telah membeli SBN dari pasar perdana sekitar Rp 26 triliun. Ini termasuk lelang yang terakhir kemarin sebesar Rp 2,09 triliun dari Rp 24,3 triliun yang dimenangkan oleh Kementerian Keuangan,” kata Perry Warjiyo dalam konfereni pers virtual usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (3/6/2020).

Dengan kepercayaan para investor yang semakin besar, Perry mengatakan semakin banyak investor asing yang membeli SBN di pasar perdana, sehingga jumlah SBN yang dibeli oleh BI di pasar perdana semakin lama juga semakin kecil.

“Kapasitas absorbsi pasar semakin besar, dan yield SBN juga sudah turun. Dulu pernah 8,08%, kemarin ini sudah turun menjadi 7,2%. Intinya koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan dan BI untuk pendanaan APBN ini semakin lama juga menumbuhkan kepercayaan dari pasar,” kata Perry.

Koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan dengan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurutnya juga telah berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus menguat.

“Dengan koordinasi yang erat, nilai tukar rupiah dari dulu di awal-awal April 2020 pernah Rp 16.400, sekarang ini diperdagangkan sekitar Rp 14.200. Kami juga melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang semakin menguat. Ini tentu saja dari koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan yang mendukung stabilitas dan kepercayaan dari pasar maupun investor dalam dan luar negeri untuk ekonomi kita,” kata Perry.

Sementara itu terkait restrukturisasi kredit UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Perry menyampaikan kebutuhan dana likuiditas oleh perbankan di dalam menjalankan program restrukturisasi kredit akan disediakan oleh BI melalui mekanisme operasi moneter yang selama ini berlangsung. Di dalam program ini, perbankan yang memerlukan likuditas dapat ke BI melalui transaksi term repo mulai dari tenor 1 minggu hingga 12 bulan.

Dari total SBN yang dimiliki perbankan sebesar Rp 886 triliun, sebesar Rp 563,6 triliun dapat direpokan ke Bank Indonesia, sedangkan sisanya atau Rp 330,2 triliun digunakan untuk kebutuhan likuiditas perbankan.

“Pendanaan likuditasi untuk restrukturisasi dunia usaha, kredit dan sebagainya sesuai PP 23/2020, tentu saja bank-bank akan memenuhinya dari Repo SBN yang mereka miliki ke Bank Indonesia. Tugas BI menyediakan dana likuiditas bagi perbankan untuk mendukung keberhasilan program restrukturisasi kredit sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Perry.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indo Premier Bidik Penambahan Nasabah 40% Lewat Aplikasi IPOT

70 persen akses internet oleh masyarakat Indonesia diakses melalui mobile phone.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Perpres 54/2020 Direvisi, Biaya Penanganan Covid-19 Jadi Rp 677,2 Triliun

Total biaya Rp 677,20 triliun tersebut terdiri dari bidang kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, termasuk di dalamnya untuk belanja penanganan Covid-19.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Juni, Emiten Bagi Dividen Rp 20,7 Triliun

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membayar dividen senilai US$ 41,98 juta atau setara Rp 570 per saham yang didistribusikan pada 23 Juni 2020.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Rupiah Meroket Sejalan Mata Uang Asia Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.195-Rp 15.232 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Juni 2020

RS Hermina Optimistis Kinerja 2020 Positif di Tengah Pandemi

Emiten saham berkode HEAL ini optmistis menambah tiga rumah sakit (RS) pada 2020.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia di Zona Hijau

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 228,2 (1,02 persen) mencapai 22.553 poin.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Jokowi: Penanganan Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Defisit APBN

Jokowi menekankan agar perubahan postur APBN dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Sesi Siang, IHSG Menguat 47 Poin ke 4.894

Sebanyak 210 saham naik, 162 saham melemah dan 158 saham stagnan.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Jokowi Minta Pemerintah, BI, OJK, dan Swasta Berbagi Beban

Tantangan terbesar yang kini dihadapi adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Industri Padat Karya Jadi Perhatian Pemulihan Ekonomi

Kebijakan tersebut wajib dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

EKONOMI | 3 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS