Per 27 Mei 2020 Sekitar 1,7 Juta Orang Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Menaker: Masuk New Normal Pengusaha Harus Rekrut Kembali Pekerja yang Telah Di-PHK

Menaker: Masuk New Normal Pengusaha Harus Rekrut Kembali Pekerja yang Telah Di-PHK
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan paparan pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia, Kemenaker dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi di Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 3 Juni 2020 | 15:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sampai 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang dirumahkan sebanyak 1.058.284 orang, dan pekerja sektor formal yang ter-PHK 380.221 pekerja. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak 318.959 pekerja.
Selain itu, terdapat 34.179 calon pekerja migran Indonesia yang gagal diberangkatkan serta 465 pemagang yang dipulangkan.

“Jadi total pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 sebanyak 1.792.108 pekerja,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Menurut Ida, data yang telah melalui proses cleansing antara Kemnaker dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). “Data ini sudah diketahui jelas by name by address,” jelas Ida.

Ia mengatakan, jelang penerapan new normal (kenormalan baru) di Indonesia, ia meminta para pengusaha merekrut kembali pekerja/buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka penggangguran dan memperluas kesempatan kerja baru.

Ida juga mengingatkan agar penerapan kenormalan baru selalu mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi pekerja/buruh. Menurutnya, industri sangat terkait dengan hidup banyak orang, sehingga harus dijalankan sesuai protokol kesehatan dan diawasi dengan ketat.

”Kita harapkan penerapan new normal bisa menggerakkan roda perekonomiam, sehingga para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk kembali bekerja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja secara ketat,” kata Ida.

Ida menjelaskan, merekrut ulang para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan memiliki keuntungan tersendiri bagi pengusaha. Mereka telah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja, serta mengenal budaya kerja di perusahaan.

“Sehingga mereka dapat langsung bekerja sesuai keahliannya dan tidak perlu mengadakan pelatihan kerja (training) lagi. Ini tentu menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya,” jelas Ida.

Menurut Ibu Ida, selama ini Kemnaker telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi. Di antaranya optimalisasi program BLK untuk penanganan dampak pandemi Covid-19; dan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas sebesar Rp 500.000 per orang.

“Insentif ini berasal dari refocusing anggaran dan diwujudkan dalam bentuk pelatihan di BLK dengan menerapakan protokol kesehatan Covid-19. Program ini untuk mengantisipasi pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan namun belum ter-cover oleh Kartu Pakerja,” terang Ibu Ida.

Kemnaker juga memiliki program padat karya infrastruktur, padat karya produktif, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan pengembangan kewirausahaan melalui program Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Ini adalah program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja terdampak Covid-19, calon PMI yang gagal berangkat, PMI yang dipulangkan, serta pekerja usaha mikro dan kecil,” papar Ida.

Ida menambahkan, Kemnaker juga mendukung kebijakan program 89, proyek yang akan direkomendasikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek senilai Rp 1.422 triliun tersebut diharapkan dapat menyerap sekitar 19 juta tenaga kerja.
“Sesuai arahan Menko Bidang Perekonomian, proyek PSN 2020-2024 ditargetkan dapat menyerap 4 juta tenaga kerja setiap tahunnya atau selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang,” pungkasnya.

Secara rinci, 89 proyek tersebut terdiri dari 15 proyek terkait jalan dan jembatan, 5 proyek bandara, 5 proyek kawasan industri sebesar, 13 proyek bendungan dan irigasi, 1 proyek tanggul laut, 1 program dan 2 proyek smelter proyek penyediaan lahan pangan di Kalimantan Tengah, 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, dan 13 proyek kawasan.

 



Sumber: BeritaSatu.com