Kilang Masela, Sosiolog: Jangan Jual Tanah, Cukup Disewakan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kilang Masela, Sosiolog: Jangan Jual Tanah, Cukup Disewakan

Kamis, 4 Juni 2020 | 23:18 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Ambon, Beritasatu.com - Sosiolog asal Maluku Paulus Koritelu menganjurkan agar masyarakat yang berada di lokasi pembangunan Kilang Blok Masela sebaiknya tidak menjual tanah, tetapi cukup disewakan atau diikutkan sebagai modal. Dengan pola seperti itu, warga tidak akan kehilangan hak atas tanah.

“Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus berada pada posisi yang melindungi hak atas tanah. Kalau tanah dijual, maka sampai anak cucu akan kehilangan hak. Ini tidak boleh terjadi. Bisa dicarikan solusi, sehingga masyarakat tidak dipaksa untuk melepaskan haknya,” ujar Paulus di Ambon, Kamis (4/6/2020).

Investor memiliki modal uang, tetapi masyarakat juga memiliki modal berupa tanah, sehingga bisa dicarikan cara kerja sama yang tidak merugikan masyarakat di masa depan. “Dengan harga berapapun saat ini, tentu tidak akan sebanding dengan kehilangan hak seumur hidup. Di kemudian hari, Ketika masa operasi kilang selesai, kan tanah bisa kembali kepada pemilik,” kata pria yang disapa Poli ini.

Poli mengharapkan, agar masyarakat menyadari hal ini, sehingga tidak mudah untuk melepaskan hak atas tanah. Di satu sisi, menurut dia, pemerintah juga harus memastikan masyarakat tidak akan kehilangan hak atas tanah. “Pemerintah ada untuk mengatur hal-hal yang begini, sehingga masyarakat tidak kehilangan hak dan operasi kilang bisa berjalan. Sekecil apapun, jadikan tanah rakyat itu sebagai saham, misalnya. Jangan sampai modal hanya dilihat sebatas uang,” tegasnya.

Poli mengingatkan, agar jangan menyederhanakan persoalan tanah, karena tanah memiliki arti tersendiri bagi orang Maluku Tenggara. Pertama, tanah sebagai tempat mencari rejeki (ekonomi). Jadi, kalau ada ganti rugi 10 kali lipat sekalipun tidak akan menyelesaikan masalah, karena hal itu berarti masyarakat harus melepaskan hak atas tanah.

Kedua, tanah merupakan identitas kolektif dari komunitas. Jadi, Ketika hak atas tanah dilepaskan, maka itu berarti melepaskan identitas kolektif. Hal ini akan menjadi masalah, karena masyarakat berpotensi kehilangan identitas.

“Kuatnya identitas kolektif itu bisa kita lihat, kalau ada anggota komunitas yang meninggal di luar daerah, akan diusahakan jenazah dipulangkan ke tanah leluhurnya. Ini karena tanah itu merupakan identitas,” jelas Poli.

Ketiga, katanya, tanah merupakan sumber kekuasaan kolektif. Persoalan tanah ini akan dengan mudah menimbulkan konflik, karena tanah menjadi sumber kekuasaan kolektif sehingga tak heran orang membuat pagar dengan kelebihan satu meter saja di tanah orang lain, bisa menjadi masalah besar karena tanah itu memiliki arti penting.

“Sebaiknya investor dan pemerintah tidak membeli tanah rakyat dengan sistem ganti rugi, karena hal itu tetap berarti mencabut identitas rakyat. Kehilangan hak atas tanah itu sama dengan kematian jangka Panjang. Kalau mau hadirkan kesejahteraan rakyat, ya baiknya menggunakan sistem sewa atau kontrak,” jelasnya.

Poli menerangkan, tidak boleh terjadi, ekonomi berkembang karena keberadaan kilang, tetapi masyarakat pemilik tanah menjadi penonton, karena tanahnya telah dibeli dan uang bisa saja habis. Kalau diikutkan sebagai modal, kata dia, maka tanahnya akan tetap ada sampai kapanpun dan masyarakat sekitar akan menikmati dari pemanfaatan tanahnya sebagai lokasi kilang atau pendukung kilang.

“Maluku ini kaya sumber daya, tetapi tidak ada kesejahteraan. Jangan sampai, sumber daya alam ini dimanfaatkan, tapi tidak ada yang memastikan nasib rakyatnya seperti apa di masa depan. Pemerintah harus pastikan hak rakyat atas tanah tidak hilang, tetapi tetap lestari,” tegasnya.

Tokoh Masyarakat Maluku Tenggara Barat (MTB), Zeth Songupnuan, yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya memperoleh informasi kalau Nustual (Pulau Tual) menjadi lokasi kilang gas Masela. Menurutnya, pulau itu merupakan tanah adat yang dimiliki oleh banyak orang.

“Ada keinginan warga agar pemerintah menggunakan dengan cara kontrak atau sewa, sehingga tidak harus menghilangkan hak. Saya bicara dengan beberapa saudara, saudara kami ingin dengan sistem kontrak,” kata Zeth.

Zeth menyayangkan, informasi mengenai lokasi itu baru diberikan kepada masyarakat, ketika spekulan sudah membeli tanah dengan harga murah. Menurut dia, hal tersebut berarti informasi lokasi sudah lama bocor, kemudian mereka membeli tanah.

“Ini pembohongan kepada masyarakat. Kita kan bertanya-tanya, apakah mereka tidak tahu atau mereka kerja sama untuk merugikan pemilik tanah,” ujar dia.

Menurut Zeth, pemerintah bisa menggunakan sistem kontrak atau sewa, tergantung diskusi dan pembicaraan dengan masyarakat adat yang berada di sekitar lokasi. Kalau nanti selesai operasi, dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun, maka tanah tersebut bisa dikembalikan kepada masyarakat.

“Ketika berkomunikasi dengan beberapa keluarga, memang ada keinginan agar tanah dikontrak atau disewa saja. Selain itu, tanah yang sudah dibeli spekulan, juga tidak akan diizinkan, karena merasa ada ketidakjujuran dalam prosesnya. Ada yang sudah jual murah, mereka merasa ditipu dan dibohongi,” pungkas Zeth.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Danone Dukung Pemkot Surabaya Capai Target Vaksinasi 100%

Danone Indonesia mendukung upaya Pemkot Surabaya mencapai target vaksinasi 100% dengan menggelar sentra vaksinasi Indonesia Maju di Kenjeran Park, Surabaya.

EKONOMI | 25 September 2021

Spektra Fair Lebarkan Sayap ke 65 Kota Besar Indonesia

Spektra Fair yang digelar FIF Group di 65 kota besar di Indonesia mulai tanggal 25 September 2021 hingga 2 Oktober 2021.

EKONOMI | 25 September 2021

Atasi Kemacetan, Pembangunan Jalur Puncak 2 Dinilai Perlu Segera Dilanjutkan

Pembangunan Jalur Puncak 2 yang menyambungkan Bogor dan Cianjur via Sentul terhenti sejak 2014 harus dilanjutkan.

EKONOMI | 25 September 2021

Antam Bangun Rumah Klinik Oksigen di Kawasan Pongkor

Pembangunan rumah klinik oksigen merupakan salah satu komitmen Antam dalam membantu mempercepat penanganan covid-19 di sekitar wilayah unit bisnis perseroan.

EKONOMI | 25 September 2021

Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera Optimalkan Pembiayaan SBSN

Pemeliharaan jalan yang menggunakan dana SBSN dilaksanakan pada ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu dan Pematang Panggang-Simpang Bujung Tenuk.

EKONOMI | 25 September 2021

Ralali.com Gelar Gebyar Hasil Tani Bersama Mitra BUMDes Nusantara

Ralali.com berupaya membantu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil tani yang berkualitas.

EKONOMI | 25 September 2021

Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

Managing Director Sinarmas Saleh Husin kedatangan tamu, sahabatnya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 September 2021

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

Ini Rekomendasi Satgas Covid-19 Saat Menonton Langsung PON XX Papua

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings