Logo BeritaSatu

S&P 500 dan Nasdaq Turun karena Data Pekerjaan

Jumat, 5 Juni 2020 | 05:31 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street Kamis atau jumat pagi WIB (5/6/2020) bervariasi menyusul data pekerjaan yang mengecewakan dan aksi jual saham teknologi jelang penutupan perdagangan.

S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 3.112, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,7 persen menjadi 9,615.81. Itu adalah penurunan pertama dalam lima hari untuk kedua indeks. Sementara Dow Jones Industrial Average ditutup naik 11 poin, atau 0,1 persen ke 26.281.

Saham perusahaan teknologi besar menekan pasar. Facebook dan Netflix masing-masing turun lebih 1,6 persen. Amazon ditutup melemah 0,7 persen, sementara Alphabet dan Apple keduanya turun lebih 0,8 persen.

Sebelumnya di sesi ini, indeks Nasdaq-100 - yang terdiri 100 saham nonfinansial terbesar di Nasdaq Composite - mencapai rekor intraday sebelum ditutup melemah 0,8 persen.

Dari 19 Februari hingga 23 Maret, Nasdaq-100 anjlok lebih 30 persen. Namun sejak itu, indeks tersebut melonjak lebih 40 persen. Amazon, PepsiCo, Costco dan PayPal adalah saham yang mendorong Nasdaq-100 kembali ke rekor tertinggi dari level terendah akhir Maret.

Saham Amazon telah rally hampir 30 persen sejak 23 Maret, sementara PepsiCo naik 24 persen. Costco telah naik 8 persen dan PayPal naik lebih 81 persen.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan sebanyak 1,877 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, melampaui estimasi Dow Jones sebesar 1,775 juta. Klaim pengangguran yang berkelanjutan naik tajam, hampir mencapai 21,5 juta.

Laporan itu muncul menjelang rilis laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja, yang dijadwalkan Jumat pukul 8.30 pagi. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan ekonomi kehilangan lebih 8 juta pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran melonjak hingga hampir 20%.

Meski pada perdagangan Kamis melemah, namun secara mingguan masih dalam tren menguat. Dow naik 3,5 persen minggu ini, sementara S&P 500 telah naik 2,2 persen. Nasdaq Composite telah naik 1,3 persen minggu ini.

“Semoga bisa menjadi titik balik dari krisis akibat virus corona. Virus tampaknya terkendali dan ekonomi dibuka kembali lebih cepat dari yang diperkirakan,” tulis Kepala Investasi Commonwealth Financial Network, Brad McMillan.

Dia mengatakan, Juni akan meperlihatkan apakah tren penguatan itu berlanjut. "Tetapi sekarang, segalanya tampak jauh lebih baik dari yang harapkan sebulan lalu,” kata dia.

Saham perusahaan yang mendapat manfaat dari pemulihan ekonomi naik pada Kamis. American Airlines menguat lebih 41 persen. JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America masing-masing naik lebih 1 persen. MGM Resorts naik 7,5 persen.

Pada Kamis, Bank Sentral Eropa mengatakan akan meningkatkan program pembelian darurat pandemi sebesar 600 miliar euro, sehingga total program menjadi lebih 1 triliun euro.

Bank-bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah untuk meredam pukulan ekonomi akibat pandemi corona, sehingga membuat aset berisiko seperti ekuitas lebih menarik bagi investor.

Sejak 23 Maret, S&P 500 telah melonjak lebih 42 persen, sementara Dow naik lebih 43 perrsen dalam periode itu. Nasdaq Composite naik lebih 46 persen sejak mencapai level terendah akhir Maret.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Kagum Impor Jagung Menurun Tajam

Presiden Jokowi mengungkapkan kekagumannya melihat impor jagung di Tanah Air mengalami penurunan yang cukup tajam selama 7 tahun terakhir ini.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Hadapi Krisis Global, Jokowi: Kuncinya Kompak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kekompakan merupakan kunci untuk menghadapi krisis global dalam sektor keuangan, pangan maupun energi.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Resesi Mengancam, Pasar Modal Diyakini Tetap Menjanjikan

Pasar modal Indonesia dinilai tetap menjanjikan dan masih kuat meski dibayang-bayangi awan kelabu resesi ekonomi global.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Modern Hub Lengkapi Fasilitas Lifestyle di Kota Modern

PT Modernland Realty Tbk resmi meluncurkan Modern Hub, pusat kuliner dan belanja paling hype di dalam Kota Modern, Tangerang.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

OPEC+ Akan Kurangi Produksi Minyak 1 Juta Bph, Ini Alasannya

OPEC+ akan mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih 1 juta barel per hari (bph) minggu depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Fokus Aspek Lingkungan, NavaPark Raih Sertifikasi "Hijau"

NavaPark BSD City, mixed-use residential pertama di Indonesia meraih sertifikasi Greenship Neighborhood dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Sejumlah perusahaan reasuransi dikabarkan mulai kesulitan membayar klaim imbas praktik tidak sehat dari bisnis asuransi kredit.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Digitalisasi Warung Berpeluang Tingkatkan Pendapatan 100%

Flourish Ventures merilis studi soal pentingnya toko kelontong di Indonesia (warung), sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

Mahkota Alam Selayar berupaya membantu pembangunan ekonomi daerah dengan mempekerjakan mayoritas tenaga kerja lokal di perusahaannya.

EKONOMI | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

Rasa Syukur Disabilitas Terima SK Non-ASN dari Gubernur Sulsel

NEWS | 29 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings