Penyimpanan Minyak Terapung Capai Rekor Tertinggi dalam Sejarah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyimpanan Minyak Terapung Capai Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Jumat, 5 Juni 2020 | 06:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Laporan Lloyd’s List, perusahaan asal London yang memfokuskan data maritim menyebutkan saat ini penyimpanan minyak terapung mencapai rekor tertinggi dalam sejarah karena ada 275 juta barel minyak di 239 kapal tanker yang berlabuh selama lebih 20 hari.

"Besarnya penyimpanan minyak akibat tingginya produksi dan penurunan konsumsi," kata Market Editor Lloyd’s List, Michelle Wiese dalam keterangannya Jumat (5/4/2020).

Menurut dia, penyimpanan minyak terapung melonjak ke level puncak baru, walau permintaan meningkat kembali dengan muatan minyak mentah dari Venezuela dan Amerika Serikat (AS) yang tidak terjual mengapung di Afrika Selatan dan Singapura. Lloyd’s List Intelligence melacak sekitar 278,2 juta barel sedang berada di atas 239 kapal tanker yang telah berlabuh selama 20 hari atau lebih. Angka tersebut berkurang menjadi 207,7 juta barel setelah tonase yang dikuasai Iran dihapus karena tidak dapat diperdagangkan, dan dikenakan sanksi sepihak oleh AS. Angka tersebut mencakup tanker jenis Long Range (LR) dan Suezmax, serta kapal Very Large Crude Carrier (VLCC).

Lebih lanjut dijelaskan, sekitar 32,6 juta barel adalah produk olahan dalam penyimpanan seperti bensin, diesel dan bahan bakar jet. Sementara sisanya minyak mentah, kondensat atau bahan bakar. "Data menunjukkan sekitar 10 persen dari armada VLCC di pasar global diperkirakan terikat dalam penyimpanan terapung, bersamaan dengan 11 persen dari seluruh tanker Suezmax, dan 9,5 persen dari tanker Aframax," kata laporan itu.

Sementara volume penyimpanan terapung yang mencapai rekor baru menghindari tekanan pendapatan dan permintaan 2.800 kapal tanker pengangkut 3,2 miliar ton minyak mentah per tahun. Ini sangat berbeda dengan dampak virus corona (Covid-19) yang telah melumpuhkan sektor kapal kontainer, pengangkutan mobil, pelayaran shortsea, dan sektor dry bulk dalam tiga bulan terakhir ini.

Lloyd List juga menyebutkan meskipun harga minyak mentah telah melambung lebih cepat dari yang diperkirakan, karena sejumlah negara mengurangi lockdown, tetapi belum meredakan gangguan pasar sehingga penimbunan minyak di darat meningkat dan pembongkaran muatan tertunda. Dampaknya, volume yang harus ditampung di kapal tanker minyak naik.

Laporan itu menyebutkan tersendatnya logistik terbesar berada di wilayah Asia, dimana 51 juta barel dilacak dalam kapal tanker minyak yang berlabuh di luar perairan Singapura dan Malaysia. Selain itu, berdasarkan data Lloyd’s List Intelligence, sekitar 19,2 juta barel berada di lepas pantai Afrika Barat. Dari jumlah tersebut, 26 dari 34 kapal tanker yang terlacak sedang mengangkut produk olahan minyak.

Salah satu daerah yang paling meningkat pesat dalam penyimpanan minyak terapung saat ini berada di Teluk Saldanha di Amerika Selatan, yang sebentar lagi akan menyusul penundaan bongkar muatan di pelabuhan di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara selama beberapa minggu terakhir. Berdasarkan pelacakan kapal, setidaknya lima tanker bermuatan minyak dari Amerika Selatan mengapung di lepas pantai Afrika Selatan. Selain itu, masih ada kapal lainnya berasal dari Venezuela dan negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria, Kongo.

Data penyimpanan terapung juga menyoroti kesulitan Venezuela dalam menjual minyak mentah setelah sanksi AS terhadap divisi pemasaran pedagang minyak raksasa Rosneft asal Rusia. Padahal pedagang minyak Rusia ini biasanya adalah perantara dalam penjualan minyak Venezuela.

"Enam dari empat belas kapal tanker yang dilacak memuat minyak mentah dari Venezuela menuju Asia telah mengapung selama 7 minggu di lepas pantai Singapura dan Malaysia. Sedangkan dua lainnya sedang berlabuh di Teluk Saldanha, dan sampai saat ini belum ada muatan kargo yang di bongkar," kata laporan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk mengecek prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang inernasional.

EKONOMI | 20 September 2021

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

EKONOMI | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings