Nasabah Bank Ina Akan Bisa Tarik Tunai di Indomaret

Nasabah Bank Ina Akan Bisa Tarik Tunai di Indomaret
Ilustrasi Indomaret (Foto: istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 5 Juni 2020 | 11:22 WIB

Jakarta, Beritasatu - Setelah diambilalih Grup Salim awal tahun 2020, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana menyinergikan layanannya dengan bisnis Grop Salim seperti PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group).

"Untuk kerja sama dengan Indomaret, nantinya nasabah Bank Ina bisa tarik tunai di Indomaret," kata Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu dalam paparan publik usai RUPS perusahaan secara virtual di jakarta, Jumat (5/6/2020).

Dia mengatakan, Bank Ina fokus menggarap segmen Small and medium-sized enterprises (SMEs) dan pembiayaan makro. Dengan jaringan Grup Salim yang cukup besar, Bank Ina juga akan masuk ke ekosistem Salim Grup, seperti supplier financing, dan mikro financing. "Bank Ina meningkatkan pembiayaan mikro financing Indogrosir yakni para pedagang kecil. Perseroan juga lakukan pick service di outlet Indomaret, meski masih kecil dibanding total jumlah gerai Indomaret," kata Daniel.

Soal kredit 2020, Daniel mengungkapkan, Bank Ina akan melakukan revisi dari sebelumnya tumbuh double digit menjadi single digit atau sekitar 7 persen hingga 9 persen akibat pandemi virus corona. Sebagai gambaran, penyaluran Bank Ina pada 2019 berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 2,5 triliun, atau naik 47 persen dari tahun 2018.

"Semula pertumbuhan kredit ditargetkan double digit di 2020 sesuai yang kita sampaikan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), karena saat itu dunia optimistis akan berjalan baik, tapi tanpa diduga ada pandemi. Kami akan masukkan revisi ke OJK menjadi tumbuh single digit sekitar 7-9 persen," kata Daniel

Di tengah pandemi Daniel mengtakan, Bank Ina juga melakukan efisiensi Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dengan menekan pengeluaan yang tidak perlu, misalnya biaya perjalanan. Namun biaya utuk persiapan sebagai bank devisa dan proses digitalisasi tetap dilaokasikan. "Apalagi situasi pandemi mempercepat kita melakukan proses digitalisasi,' kata Daniel.

Sementara hasil RUPS menyetujui laba bersih 2019 sebesar Rp 7,114 miliar, sebesar Rp 1,422 miliar sebagai dana cadangan umum dan sisanya sebesar Rp 5,691 miliar sebagai laba ditahan dlaam rangka ekspansi.

Bank Ina sepanjang 2019 membukukan total aset sebesar Rp 5,3 triliun, tumbuh 37 persen dari posisi akhir tahun 2018 sebesar Rp 3,8 triliun. Pertumbuhan aset didorong kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 58 persen menjadi Rp 4 triliun di akhir 2019 dan kenaikan kredit mencapai Rp 2,5 triliun. 



Sumber: BeritaSatu.com