Terdampak Covid-19, 2.000 Hotel dan 8.000 Restoran Tutup

Terdampak Covid-19, 2.000 Hotel dan 8.000 Restoran Tutup
Ilustrasi menjaga jarak di restoran. (Foto: Antara)
Herman / EAS Jumat, 5 Juni 2020 | 18:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pariwisata dan perhotelan merupakan sektor yang paling terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, pandemi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.

Akibat penutupan tersebut, potensi hilang pendapatan selama Januari hingga April 2020 sebesar Rp 70 triliun, di mana untuk sektor hotel sekitar Rp 30 triliun dan restoran Rp 40 triliun.

"Akibat pandemi Covid-19, potensi devisa yang hilang dari sektor perhotelan dan pariwisata selama Januari hingga April 2020 sebesar US$ 4 miliar,” kata Hariyandi Sukamdani dalam acara diskusi yang digelar Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) melalui webinar, Jumat (5/6/2020).

Sementara itu untuk kerugian maskapai penerbangan ditaksir mencapai US$ 812 juta, dan kerugian operator tur atau perjalanan Rp 4 triliun. Untuk pekerja sektor pariwisata, sebanyak 90% dirumahkan atau unpaid leave, di mana jumlah pekerja sektor pariwisata mencapai sekitar 13 juta orang.

Hariyadi juga menilai stimulus ekonomi yang saat ini telah disiapkan pemerintah tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, di mana mayoritasnya untuk insentif pajak dan BUMN. Sedangkan untuk sektoral, misalnya pariwisata hanya Rp 3,8 triliun.

“Sektor pariwisata ini sebetulnya yang paling terdampak, tetapi insentifnya Rp 3,8 triliun dan ini larinya ke diskon tiket pesawat ke destinasi wisata dan insentif pajak atau restoran yang lebih ke Pemerintah Daerah,” kata Hariyadi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari sampai April 2020, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 2,77 juta kunjungan. Jumlah ini turun 45,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 5,03 juta kunjungan.



Sumber: BeritaSatu.com