Developer Tunda Naikkan Harga, Saat Tepat Beli Properti

Developer Tunda Naikkan Harga, Saat Tepat Beli Properti
Ilustrasi perumahan. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Royal Tajur)
Imam Muzakir / FER Jumat, 5 Juni 2020 | 20:35 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) mengakibatkan berbagai sektor bisnis mengalami kemunduran, termasuk di industri properti.

Baca Juga: New Normal Berdampak Positif untuk Sektor Perumahan

Bagi sebagian investor properti, mendung itu tidak selamanya kelabu. Musibah belum pasti mendatangkan kemalangan. Bahkan jika berpikir jernih, niscaya akan banyak peluang dari pandemi ini.

Sebut saja Hasanuddin (45 tahun), warga yang berdomilisi di salah satu perumahan di jalur Transyogi. Ayah satu anak ini, sedang menimbang-nimbang berinvestasi di masa Covid-19. Menurutnya, para developer sekarang ini, tidak berani mengambil margin atau keuntungan mengingat investor saat ini lebih hati-hati mengucurkan dananya.

"Bagi saya, saat ini waktunya uang kita yang bekerja. Jika ada uang sedang parkir di bank akan lebih menguntungkan jika diinvestasikan ke properti. Karena hampir semua developer sedang mencari terobosan agar para investor mau tetap bertransaksi di masa Covid-19 ini,” kata pria berprofesi konsultan pajak yang gemar berinvestasi unit apartemen dan landed house.

Di masa pandemi ini, kata Hasanuddin, sebagian besar developer, menunda kenaikan harga. "Selain itu, mereka akan ‘jor-joran’ dalam promosi," tegasnya.

Baca Juga: Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit

Pendapat Hasanuddin ini diamini General Manager Royal Tajur, Hendra Gunawan. Menurutnya, di masa pandemi ini banyak developer yang tunda kenaikan harga. Kondisi ini sangat menguntungkan investor jika mereka membeli properti sekarang.

“Yang jelas, dalam 6 bulan terakhir ini, dimana dalam keadaan normal bisa ada kenaikan harga 2 kali yang mencapai 5 persen, namun kami tunda. Malah kami berikan promo diskon harga hingga Rp 150 juta untuk tipe rumah tertentu. Faktanya, nilai investasi properti di Royal Tajur naik terus, per tahun sekitar 10 persen," kata Hendra, di Bogor, Jumat (5/6/2020).

Jadi, lanjut Hendra, kalau beli properti sekarang mereka langsung cuan (untung) Rp 150 juta, serta harga yang belum naik. Beberapa investor smart tetap mengambil kesempatan ini dengan membeli rumah di Royal Tajur di kurun waktu Februari – Mei 2020 ini.

Pembelian dapat dilakukan dengan skema pembayaran yang fleksibel yang bisa kami atur sesuai cashflow investor, bisa dengan tunai bertahap fleksibel bahkan saat belum lunas cicilan bisa menempati rumahnya, bisa dengan KPR atau KPA yang fleksibel juga bahkan bisa tanpa uang muka atau down payment (DP).

Baca Juga: Kawasan Tajur Jadi Buruan Pencari Rumah

"Dua bulan belakangan ini di Royal Tajur penjualan tetap stabil, peminat properti visit dan melihat produk kami, mereka merasakan tinggal di tengah kota dapat kenyamanan, udara yang sejuk, great view gunung salak dan gunung Gede Pangrango, langsung mereka booking khawatir produk pilihannya dibeli orang,” kata Hendra.

Jika investor punya kemampuan, saran Hendra, segera hilangkan keraguan. Masa krisis pasti bisa berlalu sedangkan kesempatan mendapatkan harga terbaik hanya sekarang ini. Pasalnya,  tidak sedikit juga tetap optimistis bahwa properti merupakan investasi primadona di masa pandemi, selain emas.

"Apalagi pemerintah sedang gencar mensosialisasikan pemberlakuan new normal sebagai tatanan kehidupan di Indonesia. Karena itu, investor jangan tunda beli properti,” kata Hendra optimistis.



Sumber: BeritaSatu.com