Penguatan Saham Emiten Grup Lippo Berlanjut

Penguatan Saham Emiten Grup Lippo Berlanjut
CEO PT Lippo Karawaci, President Commissioner Siloam International Hospitals, President Commissioner OVO John Riady menjadi nara sumber di acara Indonesia PE-VC Summit di Jakarta, Rabu 15 Januari 2020. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Farid Firdaus / HA Selasa, 9 Juni 2020 | 00:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah saham emiten Grup Lippo kompak menguat pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2020). Pergerakan saham-saham tersebut melanjutkan tren penguatan harga sepanjang pekan lalu yang mencapai double digit.

Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) ditutup melesat 24,86% ke level Rp 1.105 pada perdagangan kemarin. Setidaknya selama satu pekan lalu, MLPT mengalami penguatan hingga 53,91%. Hal serupa terjadi pada saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang terapresiasi 2,52% dalam sehari ke level Rp 815. Sedangkan selama satu pekan lalu, LCPK melonjak 10,24%.

Selanjutnya, saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) ditutup naik 4,46% ke level Rp 5.850. Saham rumah sakit ini selama pekan lalu mengalami kenaikan 9,26%. Tak ketinggalan, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang ditutup naik 6,25% ke posisi Rp 1.700. Sepanjang pekan lalu, emiten ritel ini telah meningkat 7,7%. Sedangkan saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga ditutup menguat 4,97% ke level Rp 190 atau naik 6,14% dari posisi 2 Juni 2020 di posisi Rp 179.

Sementara itu, jika dihitung selama lima hari perdagangan bursa atau 2-8 Juni 2020, saham PT First Media Tbk (KBLV) menunjukkan kenaikan 32,46% dan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melonjak 10,61%.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan yang terjadi pada saham-saham emiten Grup Lippo diperkirakan karena adanya sentimen fundamental yang diimbangi oleh harga saham emiten tersebut yang sebelumnya sudah murah. Misalnya, Multipolar Technology yang membagikan dividen dengan payout ratio tinggi dan konsisten dari tahun ke tahun.

Pada 2019, payout ratio dividen Multipolar Technology mencapai 182,19%. Sementara itu, pada 2018, payout ratio mencapai 80,19%, sedangkan tahun ini payout ratio mencapai 181,76%.

“Selain itu, ada strategi bertahan yang kuat dari perusahaan-perusahaan ini di tengah pandemi Covid-19, baik di sektor properti dan ritel,” jelas dia kepada Investor Daily.

Salah satu contoh strategi bertahan seperti upaya Matahari Department Store menjaring investor baru, yakni Auric Capital, sebagai pemegang saham perseroan. Auric Capital dikenal sebagai perusahaan investasi yang memiliki fokus kepada bisnis konsumen di Asia Tenggara.

Nafan merekomendasi saham LPCK untuk dikoleksi. Dalam periode jangka menengah, saham LPCK ditargetkan ke level Rp 905 dan Rp 1.080. Selain itu, saham LPKR dan LPPF juga menjadi rekomendasi dengan target masing-masing Rp 224 dan Rp 1.865 per saham.

Secara terpisah analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, kepengurusan baru pada jajaran direksi dan komisaris Matahari Department Store membawa harapan bagi manajemen dan diapresiasi oleh investor. Saham LPPF disarankan hold dengan target terdekat Rp 1.765 dan level support diprediksi pada posisi Rp 1.665.

Untuk Lippo Karawaci, lanjut dia, apresiasi investor lebih kepada kinerja fundamental laporan keuangan 2019, di mana pendapatan perseroan mengalami kenaikan 16% dibandingkan 2018. Pendapatan tersebut didorong oleh pertumbuhan recurring revenue yang kuat terutama dari segmen kesehatan, yakni Siloam Hospitals.

Sebelumnya, CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, pada kuartal IV-2019, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan dalam rencana transformasi bisnis. Pra-penjualan pada kuartal IV-2019 merupakan pra-penjualan kuartal tertinggi untuk tahun tersebut.

“Realisasi penawaran umum terbatas secara signifikan juga telah meningkatkan posisi kas dan setara kas kami untuk mengatasi krisis yang diciptakan oleh Covid-19, serta membangun fondasi untuk bangkit kembali pasca Covid-19,” kata John dalam keterangan resmi.

Perseroan menyatakan kembali target pra-penjualan pada 2020 sebesar Rp 2,5 triliun. Adapun pada kuartal I-2020, realisasinya telah mencapai 28% dari target atau sebesar Rp 703 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com