Survei: Mayoritas Masyarakat RI Beralih ke Pembayaran Nontunai

Survei: Mayoritas Masyarakat RI Beralih ke Pembayaran Nontunai
Survei Visa menyatakan masyarakat Indonesia banyak bertransaksi nontunai. (Foto: Dok Visa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 10 Juni 2020 | 19:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Visa, penyedia teknologi pembayaran digital berskala global merilis hasil survei terbaru yang melibatkan konsumen 40 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Survei menunjukkan ada pergeseran kebiasaan dan perilaku berbelanja masyarakat Indonesia seiring era normal baru (new normal).

Menurut survei tersebut, enam dari 10 responden Indonesia (62 persen) mulai membentuk kebiasaan nontunai, dengan lebih memilih membayar menggunakan kartu atau aplikasi mobile dibandingkan uang tunai. Selain itu, mereka berniat tetap menggunakan pembayaran digital dan tidak kembali ke uang tunai ketika pandemi Covid-19 berakhir.

“Survei ini bertujuan memperoleh gambaran bagaimana perilaku konsumen Indonesia berubah menghadapi tantangan saat ini," kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Rabu (10/6/2020).

Meski kesehatan fisik menjadi perhatian utama di seluruh dunia, survei ini menemukan bahwa masyarakat Indonesia sangat peduli dengan kesehatan keuangan. Empat dari lima (78 persen) setuju bahwa situasi pandemi saat ini mengharuskan lebih proaktif dalam perencanaan keuangan, sementara 55 persen responden mengindikasikan kekhawatiran jatuh sakit.

Banyak konsumen Indonesia yang mencoba ecommerce untuk pertama kalinya dan berniat semakin sering belanja online ke depannya. Berdasarkan survei, sebanyak 56 persen responden Indonesia kemungkinan besar akan meningkatkan belanja online, jauh lebih tinggi dibandingkan responden global (35 persen) dan Asia Pasifik (47 persen).

Dalam pengalaman berbelanja, sebanyak 56 persen responden Indonesia mengatakan bahwa belanja online memberikan pengalaman lebih positif dibandingkan tatap muka. Sementara hal yang sama diutarakan oleh 46 persen responden di Asia Pasifik dan 37 persen responden global.

Survei juga menunjukkan kebiasaan nontunai yang mulai terbentuk di seluruh dunia, dengan 62 persen responden Indonesia mengungkapkan memilih membayar dengan metode nontunai. Demikian pula, 58 persen responden di Asia Pasifik dan 64 persen responden global.

Intensi membayar di masa depan juga konsisten di seluruh dunia yakni konsumen di Indonesia (62 persen), Asia Pasifik (75 persen) dan seluruh dunia (66 persen) memilih tetap menggunakan pembayaran elektronik dibanding tunai ketika aktivas sehari-hari kembali berlanjut.

Sementara perencanaan keuangan juga menjadi perhatian utama responden, dengan 78 persen responden Indonesia meyakini mereka harus proaktif mengelola keuangan di masa sekarang, lebih tinggi dibandingkan di Asia Pasifik (74 persen) dan global (70 persen).

Adapun, responden Indonesia cukup optimistis dengan pemulihan ekonomi yakni 64 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan 40 persen responden di Asia Pasifik dan 31 persen responden global.

Menurut Rico, tantangan saat ini semakin mempercepat adopsi teknologi digital oleh masyarakat, termasuk di sektor pembayaran, seiring beralihnya konsumen dan pelaku usaha ke perdagangan digital.



Sumber: BeritaSatu.com