Astra Klaim Risiko Gagal Bayar Utangnya Rendah

Astra Klaim Risiko Gagal Bayar Utangnya Rendah
Ekspor Toyota Fortuner jadi salah satu kontributor terbesar dalam kinerja ekspor Toyota di 2019. (Foto: Ist)
Lona Olavia / WBP Selasa, 16 Juni 2020 | 11:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meski pendapatan perseroan tergerus akibat pandemi Covid-19, namun risiko utang PT Astra International Tbk (ASII) rasio utang perusahaan terhadap ekuitasnya rendah, sehingga risiko gagal bayar terhadap kewajiban pembayaran utang juga minim. Astra International memiliki tujuh segmen usaha yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi dan properti.

Gearing konsolidasi di Astra hanya sekitar 11 persen, jadi punya balance sheetyang besar. Jadi, tidak khawatir akan pemenuhan kewajiban jangka pendek dan panjangnya. Di bisnis unit akan selalu kami monitoring,” kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Djony Bunarto Tjondro dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: RUPST Astra Setujui Pembagian Dividen Rp 8,66 T

Djony Bunarto mengaku, virus corona tak hanya menghantam penjualan bisnis otomotif, namun juga lainnya. Di Astra sendiri, otomotif baik roda dua maupun empat berkontribusi 45 persen-50 persen terhadap pendapatan. “Di Mei saja kendaraan roda empat penjualannya 17.000 secara ritel, Juni mulai ada kenaikan. Dengan adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi ini diharapkan akan lebih cepat pulih,” imbuh dia.

Meski PSBB sudah dilonggarkan namun ia mengaku agak sulit memprediksi kapan bisnis akan kembali menguat (rebound). “Sulit untuk diperkirakan karena kondisi pandemi ini tidak bisa diperkirakan. Tapi, memang selalu ada hikmah dan kita tidak boleh terlena dengan kondisi pandemi. Kami tetap melihat potensi untuk berkembang secara jangka panjang dan akan kami perhatikan,” ungkap Djony Bunarto.

Untuk informasi, Astra International memiliki kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia yang dikelola melalui 237 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung oleh 216.425 karyawan, berdasarkan data Maret 2020.



Sumber: BeritaSatu.com