Kemkop dan UKM Dorong Pelibatan UMKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Kemkop dan UKM Dorong Pelibatan UMKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Rabu, 17 Juni 2020 | 18:27 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka pengembangan dan peningkatan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, berbagai cara dilakukan oleh pemerintah, salah satunya adalah melibatkan sektor UMKM dalam belanja barang dan jasa pemerintah.

Hari ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Kemkop dan UKM mendorong LKPP agar melibatkan sektor UMKM untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa pemerintah. Teten berharap agar belanja kementerian dan lembaga yang memiliki potensi sekitar Rp 700 triliun dapat memprioritaskan produk UMKM. Kini pihaknya bersama LKPP tengah menyiapkan UMKM untuk masuk ke dalam sistem LKPP.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada LKPP dalam memprioritaskan belanja Kementerian/Lembaga pada produk UMKM. Potensi belanja sekitar 700 triliun bisa dimaksimalkan untuk diarahkan pada produk UKM” tegas Teten Masduki dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor LKPP, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Menurut Teten, di tengah masa pandemi, hal ini menjadi momen terbaik, di mana sangat penting untuk memulihkan perekonomian dengan melibatkan peran UMKM. Ia mengaku, berdasarkan data, jumlah pelaku UMKM naik 36% di e-commerce atau platform digital. Pihaknya juga optimistis perekonomian Indonesia akan terbantu dengan produk dalam negeri. “Saya minta kepada Pak Roni supaya ada halaman khusus (di platform LKPP). Hal ini disambut luar biasa oleh presiden, yang juga meminta saya untuk memantau market,” katanya.

Sementara itu, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto menjelaskan, sesuai dengan Perpres 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kementerian dan lembaga diharuskan membeli produk dalam negeri. Selain itu, perpres tersebut mewajibkan memprioritaskan pengadaan untuk usaha kecil.

“Semua wajib membeli produk dalam negeri, kalau sudah tersedia. Spesifikasi standar boleh impor, selama produk dalam negeri tidak mencukupi atau belum ada. Kedua, mewajibkan mencadangkan untuk usaha kecil, dan rata-rata diberikan semacam rangsangan, sehingga kementerian dan lembaga daerah mencadangkan pengadaan itu untuk usaha kecil,” ujar Roni.

Menurutnya, LKPP akan menyiapkan perangkat untuk pengadaan, memudahkan berinteraksi dengan penyedia, dan mengedukasi masyarakat bahwa produk UMKM mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pihaknya optimis, UMKM akan bangkit.

“Sehingga kami bertemu dengan Pak Teten, karena MenkopUKM berada di depan membantu UMKM memenuhi standar, meningkatkan produk dan kemampuan memasarkan; tidak harus mereka yang jualan. Kami siapkan perangkat untuk pengadaannya, dan memudahkan untuk berinteraksi dengan pihak penyedia,” kata Roni.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menjelaskan, Kemkop dan UKM akan mempersiapkan agar UMKM siap dengan produk dan standardisasi. Bahkan menurutnya, pekan depan akan diuji coba aplikasi belanja langsung di bawah Rp 200 juta. “UMKM harus siap dengan digitalisasi UKM. Kita akan uji coba untuk aplikasi belanja langsung di bawah 200 juta,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemperin Kampanyekan IKM Masuk e-Commerce

Kemperin terus pacu pengembangan IKM.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Masa Transisi Dorong Kinerja Reksa Dana Saham

Roda perekonomian yang sempat terhenti mulai bangkit kembali.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Rupiah Ditutup Menguat ke Posisi Rp 14.082

Dampak Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia tidak separah negara-negara tetangga.

EKONOMI | 17 Juni 2020

GrabMerchant Bantu UMKM Kembangkan Bisnis Secara Daring

Aplikasi ini membantu mitra merchant untuk mengelola operasional bisnis sehari-hari dan mengakses fitur penunjang bisnis mereka.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp 147,98 Miliar di Papua

Kempupera berharap masyarakat Papua bisa tinggal di hunian yang layak huni.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kapasitas Pembiayaan Rp 10 T, Pegadaian Bidik Nasabah Kelas Atas

Pada 2019, perseroan mencatat laba bersih Rp 3,1 triliun.

EKONOMI | 17 Juni 2020

IHSG Naik Tipis 0,03 Persen

Asing masih menekan pasar saham dalam negeri dengan aksi jual bersih saham Rp 131,46 miliar

EKONOMI | 17 Juni 2020

Kebijakan Fiskal 2021 untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Di tahun 2021 APBN tetap mampu menjadi instrumen untuk melindungi masyarakat terdampak Covid-19

EKONOMI | 17 Juni 2020

Pandemi, Pemangku Kepentingan Program B30 agar Berbagi Peran

Program ini perlu diteruskan untuk penyelamatan dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 17 Juni 2020

Siang Ini Rupiah Bertahan di Zona Aman

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.040-Rp 14.065 per dolar AS

EKONOMI | 17 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS