Sukuk Global RI Oversubsribed hingga 6,7X

Sukuk Global RI Oversubsribed hingga 6,7X
Ilustrasi Kementerian Keuangan. (Foto: istimewa / istimewa)
Lona Olavia / FMB Kamis, 18 Juni 2020 | 11:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah kondisi pasar yang masih sangat bergejolak, penerbitan sukuk global oleh pemerintah Indonesia mendapatkan respon yang sangat baik dari para investor global dan lokal dengan menghasilkan order book sebesar US$ 16,66 miliar atau sebesar hampir 6,7 kali di atas target pemerintah sebesar US$ 2,5 miliar.

Dalam website Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Rabu (17/6) tertulis bahwa transaksi ini mendapatkan permintaan yang luar biasa dari investor global yang qualified dan beragam, memperkokoh pasar sukuk yang semakin dalam, dan menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap Indonesia.

Adapun distribusi investor untuk tenor 5 tahun sebesar 32% investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 5% investor Indonesia, 40% investor Asia (kecuali Indonesia), 12% investor Amerika Serikat dan 11% investor Eropa. Tenor 10 tahun didistribusikan sebesar 31% investor syariah, 5% investor Indonesia, 34% investor Asia (kecuali Indonesia), 18% investor Amerika Serikat dan 12% investor Eropa. Sedangkan untuk tenor 30 tahun didistribusikan sebesar 10% untuk investor syariah, 5% investor Indonesia, 44% investor Asia (kecuali Indonesia), 8% investor Amerika Serikat dan 33% investor Eropa.

Untuk informasi, Pemerintah RI kembali menerbitkan sukuk global di pasar internasional dengan denominasi US Dollar dalam format - 144A / Reg S Trust Certificate sebesar US$ 2,5 miliar dengan tenor 5 tahun sebesar US$ 750 juta, 10 tahun sebesar US$ 1 miliar, dan tenor 30 tahun sebesar US$ 750 juta dengan akad Wakalah. Sukuk global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III dan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing), serta akan dilaksanakan setelmen pada 23 Juni 2020, dengan imbal hasil (yield) sebesar 2,30% untuk tenor 5 tahun, 2,80% untuk tenor 10 tahun dan 3,80% untuk tenor 30 tahun. Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

Green Sukuk kali ini merupakan penerbitan yang ke tiga kalinya di pasar global, di samping penerbitan Green Sukuk ritel di akhir tahun 2019. Transaksi ini dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan pemerintah tahun 2020 termasuk untuk mengakomodasi kebutuhan APBN dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di Kawasan Asia.

Beberapa capaian penting dari penerbitan ini antara lain pencapaian kupon terendah untuk tenor 5 dan 10 tahun untuk sukuk global, merupakan penerbitan sukuk global Indonesia pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah dalam penerbitan sukuk di pasar keuangan global, penerbitan sukuk Global tenor 30 tahun terbesar di Asia, hingga oversubscribe sebesar 6,7 kali. Dengan besarnya order book, pemerintah dapat menekan harga sampai 70 bps dari harga penawaran awal (initial price guidance) dan di bawah indikatif fair value. Di mana, aset yang dijaminkan berupa barang milik negara (BMN) termasuk tanah dan bangunan (51%) dan proyek pemerintah tahun 2020 (49%).

BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini. 



Sumber: BeritaSatu.com