BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

Kamis, 18 Juni 2020 | 15:40 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Juni 2020, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps dari sebelumnya 4,50% menjadi 4,25%. Suku bunga Deposit Facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 3,50%, sementara suku bunga Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era Covid-19. Ke depan, BI juga tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Stance BI ke depan masih akomodatif. Tentu saja kami akan tetap menjaga inflasi terkendali sesuai sasaran. Alhamdulillah, di bulan Mei inflasinya sangat rendah 2,19%, dan kami juga perkirakan tahun ini akan tetap rendah di dalam kisaran, sehingga ada ruang bagi penurunan suku bunga lebih lanjut,” kata Perry Warjiyo dalam live streaming pengumuman hasil RDG BI, Kamis (18/6/2020).

Menurut Perry, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) akan terus dilanjutkan. Bank Indonesia juga memutuskan untuk memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah, baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5% per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK, efektif berlaku 1 Agustus 2020.

“Bank Indonesia akan memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal ini, Bank Indonesia berkomitmen untuk pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional,” tegas Perry.

Dampak Penurunan

Perry mengungkapkan, sejak Juli 2019, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 175 bps, termasuk dari hasil RDG BI 17-18 Juni 2020. Untuk total penurunan suku bunga acuan sebesar 150 bps selama periode Juli 2019 – Mei 2020, menurutnya penurunan ini juga sudah diikuti dengan penurunan suku bunga di pasar uang, deposito, kredit perbankan, maupun SBN.

“Untuk suku bunga pasar uang, turunnya 152 bps. Demikian juga suku bunga Indonesia atau Jibor Over Night yang turun 152 bps. Jadi penurunan suku bunga BI rate sudah diikuti dengan jumlah yang sama di pasar uang,” terang Perry.

Sementara itu di perbankan, suku bunga deposito juga turun 99 bps dalam periode yang sama, sehingga masih ada ruang untuk penurunan suku bunga deposito lebih lanjut. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain bagaimana preferensi masyarakat dalam penempatan dana, dan juga kondisi antar bank atau persaingannya.

“Untuk suku bunga kredit, turunya 69 bps. Jadi memang masih ada ruang bagi suku bunga kredit perbankan terus turun. Faktor-faktor apa saja? tentu saja kenapa BI menambah terus likuditas, itu juga untuk mendorong penurunan suku bunga deposito maupun kredit perbankan,” kata Perry.

Sedangkan untuk kondisi suku bunga di luar perbankan, Perry menyampaikan untuk suku bunga yield SBN 1 tahun turun 120 bps, sehingga penurunan BI rate juga telah menurunkan juga biaya APBN, khususnya untuk tenor 1 tahun.

“Memang kalau kita lihat penurunan untuk tenor yang lebih panjang itu lebih kecil. Tentu saja ini juga dipengaruhi preferensi pelaku pasar, termasuk investor asing dan juga premi risiko. Tetapi pesannya jelas bahwa penurunan suku bunga kebijakan BI tidak hanya menurunkan suku bunga pasar uang, deposito, dan kredit perbankan, tetapi juga menurunkan biaya APBN,” tegas Perry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Laju Penguatan Terhenti, IHSG Turun 1,25 Persen

Dari 10 sektor saham, hampir semuanya mengalami penurunan.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Pasar Logistik Indonesia Diprediksi Mencapai Rp 3.360 Triliun di 2021

Shipper memperoleh pendanaan Seri A dari beberapa investor yang dipimpin oleh Prosus Ventures.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Platform Online Talesofbasic Terapkan Inovasi di Tengah Pandemi

Saat ini talesofbasic.com telah menjadi partner dengan pemain logistik, Paxel.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.100

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Kamis (18/6/2020), melemah ke kisaran Rp 14.100.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Sesi I, IHSG Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,13 persen ke kisaran 4.981,5 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2020).

EKONOMI | 18 Juni 2020

Sukuk Global RI Oversubsribed hingga 6,7X

Sukuk Global RI oversubscribed hampir 6,7 kali di atas target pemerintah sebesar US$ 2,5 miliar.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Pertamina Luruskan Isu Akan Hapus Premium

“Saat ini, sesuai ketentuan yang ada, Pertamina masih menyalurkan premium di SPBU,” kata juru bicara Pertamina Fajriyah Usman.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Indodax Aktifkan Kembali Bitcoin.co.id

Alamat website bitcoin.co.id diaktifkan kembali untuk menghadirkan situs atau platform investasi cryptocurrency yang lebih cepat dan mudah digunakan.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Posisi Wadirut BNI Tunggu Lampu Hijau OJK

Posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk hingga saat ini masih menunggu lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 18 Juni 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.000

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (18/6/2020), menguat ke kisaran Rp 14.000.

EKONOMI | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS