Pasar Properti Surabaya Lebih Baik dari Jabodetabek
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Properti Surabaya Lebih Baik dari Jabodetabek

Senin, 22 Juni 2020 | 21:34 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Anjloknya pasar properti nasional akibat pandemi Covid-19 kiranya tidak sepenuhnya terjadi di Surabaya. Pasalnya, persentase penurunan yang terjadi di Surabaya jauh lebih kecil dibanding penurunannya di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Masuki New Normal, Pasar Properti Diyakini Segera Pulih

Business Development Executive Ray White Indonesia, Robby Simon mengatakan, pasar properti di Surabaya jauh lebih baik dibanding pasar properti di wilayah Jabodetabek. Pada kuartal pertama 2020, pasar properti di Jabodetabek mengalami penurunan sebesar 50,1 persen, sementara pasar properti di Surabaya hanya tergerus di kisaran 20 persen hingga 30 persen.

"Dan penurunan ini pun bukan disebabkan karena daya beli yang tidak ada, tetapi lebih disebabkan karena psikologi pembeli saja. Hanya karena psikologi saja konsumen menunda pembelian. Jadi tinggal bagaimana mengubah persepsi mereka. Karena sebenarnya saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli properti," ujar Robby Simon saat webinar Kadin Jatim bersama Aptiknas dan Arebi Jatim, Senin (22/6/2020).

Menurut Robby, sebenarnya pada awal tahun 2020 pasar properti tanah air sudah menunjukkan gelagat yang cukup baik. Itu terlihat pada kuartal pertama 2020, tercatat realisasi investasi properti mencapai Rp 100 triliun dengan jumlah proyek baru sebanyak 1.245 proyek di seluruh Indonesia. "Namun kinerja ini harus terhenti akibat pandemi Covid-19," tandas Robby.

Baca Juga: Ini Tipe Konsumen Properti di Era New Normal

Disisi lain, lanjut Robby, strategi marketing juga harus diubah karena Covid-19 menjadi pertanda selesainya masa industrialisasi dan dimulainya masa digitalisasi informasi. Sehingga, model promosi yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Properti adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia, tetapi market saat ini lebih banyak berbicara tentang kebutuhan. Ada dua kriteria properti yang diminati dan cepat laku, pertama hunian yang ready stock dan kedua rumah seken yang nilai jualnya di bawah pasar," pungkas Robby.

Sebelumnya, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Timur, Rudy Sutanto mengatakan, sekarang ini konsumen membeli properti sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Harga Properti Secondary di Surabaya Turun 30%

"Pertimbangan konsumen sekarang lebih dalam atau detil dari sisi harga, lokasi dan aksesibilitas dari properti tersebut. Itulah perilaku yang sekarang ditunjukkan oleh konsumen saat harga properti secondary turun sampai 30 persen,” kata Principal Java Property Citraland Surabaya ini kepada Beritasatu.com di Surabaya, Minggu (21/6/2020).

Menurut Rudy, merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 berdampak merosotnya harga properti secondary di Surabaya hingga mencapai 30 persen.

"Konsumen properti sekarang umumnya menyadari betul bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan properti karena harganya sedang turun drastis. Adapun produk properti secondary yang banyak diminati konsumen adalah ruko (rumah toko), gudang dan rumah," tegas pria ramah senyum yang juga kolektor batik tulis ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investasi Rp 1,8 Triliun, Tjufoo Siap Bantu UMKM Naik Kelas

Tjufoo resmi hadir di Indonesia untuk membantu pelaku UMKM dan brand lokal meningkatkan performa kinerjanya.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Mulai 1 Februari, Minyak Goreng Curah Rp 11.500 Per Liter

Mendag Muhammad Lutfi menyampaikan, pemerintah akan diberlakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng mulai 1 Februari 2022.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Mulai Hari Ini, Mendag Tetapkan DMO dan DPO Minyak Goreng

Kemendag menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng mulai hari ini.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Nenilai Ditunjuk Jadi Penyelenggara V20 Summit 2022 di Indonesia

Nenilai dipercaya sebagai penyelenggara V20 Summit 2022 yang akan diadakan pada 20-21 Oktober 2022 di Bali.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Kadin Usung Tiga Agenda Prioritas di Forum B20

Kadin akan mengusung tiga prioritas utama, yakni global health, transisi energi, dan transformasi digital.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Dapat Guyuran PMN 2022 Rp 1,57 Triliun, Ini Rencana Perumnas

Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,57 triliun, akan dikelola dan dimanfaatkan bagi keberlangsungan bisnis Perumnas.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Aset Kripto dan Saham Dinilai Makin Mirip, Kok Bisa?

Korelasi antara aset kripto dan saham dinilai makin mirip.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Ecfutures Tawarkan Ekosistem Dan Beasiswa Gratis untuk Trader

Ecfutures menawarkan ekosistem trading sekaligus beasiswa bagi trader Indonesia.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Kehadiran Bursa Kripto Bisa Bantu Ekspor, Ini Penjelasannya

Aset kripto yang mulai banyak dikembangkan di dalam negeri bisa mendapatkan dukungan untuk dipasarkan di Bursa Kripto.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Kemenkeu: Industri Asuransi Belum Berperan Optimal pada Perekonomian

Kontribusi aset industri asuransi baru 5,8% per Produk Domestik Bruto (PDB) dengan penetrasi di bawah 4%

EKONOMI | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Pelanggaran HAM pada Migran Ilegal Masih Terjadi di Libia

Pelanggaran HAM pada Migran Ilegal Masih Terjadi di Libia

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings