Minat IPO di Masa Pandemi Masih Tinggi

Minat IPO di Masa Pandemi Masih Tinggi
Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso (Foto: Istimewa)
Herman / RSAT Selasa, 23 Juni 2020 | 16:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 rupanya tidak menyurutkan langkah beberapa perusahaan untuk tetap melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offring/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan pada tahun ini hingga 23 Juni 2020, sudah ada 28 emiten baru yang tercatat di pasar modal

Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso menyampaikan, hingga saat ini total perusahaan yang tercatat di pasar modal sebanyak 692 untuk saham dan 117 untuk obligasi dengan total kapitalisasi pasar Rp 5.717 triliun. Adapun rata-rata nilai transaksi harian saham sebesar Rp 7,71 triliun.

“Investasi di pasar modal adalah investasi yang sifatnya jangka panjang. Meskipun dalam kondisi pandemi seperti saat ini, hal tersebut tidak menyurutkan minat bagi perusaha-perusahan yang akan go public pada tahun ini. Hal ini terbukti dari banyaknya jumlah IPO pada tahun ini sebanyak 28 IPO dengan total nilai penggalangan dana Rp 3,61 triliun, dan di pipeline kami masih ada sekitar 21 IPO saham yang sedang dalam proses,” kata Saptono dalam acara Zooming with Primus dengan tema ‘Prospek IPO Saat Pandemi’ yang disiarkan langsung BeritasatuTV, Selasa (23/6/2020).

Selain Saptono, acara Zooming with Primus kali ini menghadirkan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari, dan Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan.

Saptono melngatakan, IPO di Indonesia merupakan salah satu yang terbesa dari sisi jumlah. Tidak hanya di kawasan ASEAN, tetapi juga secara global. Pada 2019 lalu misalnya, IPO di Indonesia adalah yang terbanyak di ASEAN dengan 55 perusahaan tercatat baru. Sedangkan bila dibandingkan dengan global exchanges menempati peringkat ke-7.

“Pada 2020 ini sampai dengan kuartal I, Indonesia juga masih yang terbanyak dengan 18 IPO, atau 58 persen dari total 31 IPO di kawasan ASEAN,” ujar Saptono.

BEI sendiri sudah menyiapkan berbagai fasilitas untuk perusahan yang ingin melakukan IPO saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga memasuki tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal.

“Kami senantiasa adaptasi dengan kondisi yang sekarang. Kami juga menyediakan fasilitas bagi perusahan tercatat untuk melakukan public expose secara online. Dari sisi industri sendiri dari KSEI juga menyediakan fasilitas e-Proxy untuk memudahkan perusahaan tercatat bila ingin melakukan RUPS dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Kemudian dari sisi sosialisasi dan awareness, ini juga tetap berjalan secara online dengan memanfaatkan berbagai media sosial,” papar Saptono.



Sumber: BeritaSatu.com