BRI Ventures Pelopori Dana Ventura UMKM Rintisan Digital

BRI Ventures Pelopori Dana Ventura UMKM Rintisan Digital
Ilustrasi Startup. (Sumber: IST)
Lona Olavia / FER Rabu, 24 Juni 2020 | 16:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) yang merupakan corporate centure capital milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan bisa memberikan akses permodalan awal untuk para UMKM rintisan berbasis teknologi atau startup.

Baca Juga: Perusahaan Startup Diajak Masuk Bursa

Melalui Sembrani Nusantara, BRI Ventures menargetkan pengumpulan dana investasi senilai Rp 300 miliar dari para investor yang akan disalurkan dalam bentuk penyertaan saham kepada startup di Indonesia. Investor tersebut dapat berasal dari pengelola dana investasi, perusahaan swasta atau BUMN.

"Dana Ventura dengan target investasi utama UMKM berbasis digital ini merupakan salah satu pionir di Indonesia. Harapan kami, industri ini akan semakin terbuka kedepannya, sehingga makin banyak orang dapat mengerti lanskap digital, dan akhirnya bersama-sama bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital," ujar Chief Executive Officer (CEO) BRI Ventures, Nicko Widjaja, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (24/6).

Terobosan ini, sambungnya juga selaras dengan strategi Bank BRI sebagai perusahaan induk, dimana BRI memiliki komitmen terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia. Kehadiran Dana Ventura Sembrani Nusantara diharapkan mampu mengakselerasi ekspansi startup lokal dengan menghadirkan produk atau jasa yang berbasis digital baik secara online maupun offline. Pendanaan akan difokuskan untuk seed-growth stage yang terdiri dari seed funding dan pendanaan awal Seri A (Series A).

Baca Juga: BRI Hanya Beri Technical Assistance ke Bukopin

"Filosofi investasi BRI Ventures adalah value over valuation dimana fokus kami adalah mencari bisnis dengan fundamental yang kuat. Pendanaan akan disalurkan untuk startup yang sudah memiliki produk, menghasilkan pendapatan, dan memiliki strategi bisnis yang jelas menuju profit," jelas Nicko.

Adapun sektor yang menjadi fokus utama Sembrani Nusantara adalah lima sektor dengan sebutan Earth, yaitu sektor pendidikan (Education), agro-maritim (Agro-Maritime), ritel (Retail), transportasi (Transportation) dan Kesehatan (Health) di seluruh Indonesia.

"Earth jadi fundamental investasi kami dengan target pengumpulan dana Rp 300 miliar. Dan sudah komitmen dengan beberapa startup 10-15 di sektor ini dengan periode investasi 2-3 tahun untuk deployment karena ini masih early stage," ujar Nicko.

Baca Juga: Startup Harus Kuat dalam Perencanaan Bisnis

Lebih lanjut, kata Nicko, Sembrani Nusantara dengan motto Unlocking Nusantara Potential, dipilih sebagai simbol filosofis startup di masa mendatang. Sembrani, yang merupakan kuda tunggangan Batara Wisnu dalam cerita pewayangan, merupakan representasi sebuah unicorn dengan kearifan lokal, sesuai dengan fokus demografis startup yang berasal dari penjuru nusantara.

"Di dalam ekosistem digital hari ini, lansekap-nya sudah mulai bergeser, dari yang sebelumnya growth at all cost, menjadi sustainable growth. Nama unicorns diadaptasi dari Silicon Valley, yang mungkin sudah kurang sesuai dengan ekosistem hari ini. Indonesia butuh Sembrani, simbol bagi startup Indonesia,” ungkap Nicko.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK, Bambang W Budiawan mengatakan, hingga Mei 2020 aset industri modal ventura capai Rp 19,1 triliun naik Rp 5,2 triliun dibandingkan tahun lalau atau 37,6 persen year on year (yoy).

Baca Juga: BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online

Namun, sejak adanya pandemi Covid-19, aset tersebut pada Maret turun Rp 500 miliar atau 2,4 persen secara month to month (mom). Dari sisi laba pun masih tumbuh positif 21,5 persen yoy dan 18,7 persen mom menjadi Rp 193 miliar. Di mana, sumber pendanaan jangka panjang periode April tembus Rp 4,2 triliun naik Rp 214,3 miliar yoy.

"Modal ventura diharapkan dapat mengambil peluang terkait teknologi informasi karena masyarakat dalam tatanan hidup baru lebih banyak menggunakan fasilitas pembelian secara online dan kemudahan akses kapanpun dan dimanapun," kata Bambang.



Sumber: BeritaSatu.com