Perbarindo Perkuat Kolaborasi dengan LPS

Perbarindo Perkuat Kolaborasi dengan LPS
Ketua Umum DPP Perbarindo, Joko Suyanto (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (kanan). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 25 Juni 2020 | 13:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) kembali mencatatkan sejarah di Museum Rekor Indonesia (MURI), melalui acara sosialisasi online yang diikuti oleh pengurus perbankan terbanyak.

Baca Juga: Industri Perbankan Sehat dan Terjaga

Sosialisasi online bertajuk 'Peran LPS Menjaga Likuiditas BPR-BPRS dalam Masa Pandemi Covid 19' yang digelar atas kerja sama Perbarindo dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), diikuti oleh 750 entitas bisnis (BPR-BPRS) yang terdiri dari 916 peserta.

Ketua Umum DPP Perbarindo, Joko Suyanto, mengatakan, selain ingin memantapkan kolaborasi dengan LPS, Perbarindo juga ingin memantapkan pemahaman mengenai peran LPS khususnya kepada seluruh pengurus BPR-BPRS di seluruh Indonesia.

"Di masa pandemi ini, kepercayaan diri serta keyakinan pengurus BPR-BPRS harus terus didorong terutama dalam memberikan keyakinan kepada publik bahwa investasi di BPR-BPRS aman dan dijamin oleh LPS," kata Joko Suyanto dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, lanjut Joko, pada sosialisasi pihaknya ingin me-refresh aturan-aturan dari LPS dan memantapkan peran strategis LPS di masa pandemi khususnya bagi industri BPR-BPRS. Terlebih, LPS memiliki peran yang strategis bagi industri BPR-BPRS di Indonesia.

Baca Juga: LPS Turunkan Bunga Penjaminan 0,25%

"Penjaminan yang dilakukan oleh LPS merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Industri BPR-BPRS dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat," tandas Joko.

Dalam kesempatan ini, Joko Suyanto mengingatkan seluruh insan BPR-BPRS untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa menyimpan uang di BPR-BPRS dijamin keamanannya.

"BPR-BPRS juga harus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat akan keamanan dananya yang disimpan di BPR-BPRS sebab simpanan nasabah di BPR-BPRS itu dijamin oleh LPS, asalkan memenuhi kriteria layak bayar," ujar Joko.

Menurut Joko, dalam waktu dekat Perbarindo juga akan melakukan pemecahan Rekor MURI untuk kegiatan lain setelah sosialisasi online tentang Peraturan LPS secara daring ke BPR-BPRS.

Pemerintah Prioritaskan UMKM

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, yang didapuk sebagai keynote speaker pada sosialisasi online tersebut mengungkapkan, masa pandemi ini telah membatasi pergerakan arus modal, barang, dan manusia. Hal tersebut mengakibatkan kinerja sektor ekonomi menjadi sangat terganggu.

Di sisi lain, pemerintah sudah mengalokasikan hampir Rp 700 triliun untuk biaya penanganan Covid-19. Dari total alokasi anggaran tersebut, sekitar Rp 123,5 triliun akan digunakan untuk mendukung sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bentuk subsidi bunga, penambahan modal baru (modal kredit/modal kerja), serta penempatan dana pemerintah untuk mendukung likuiditas perbankan.

"Pada akhirnya, kita melihat prioritas pemerintah tidak lain adalah untuk mengupayakan agar kegiatan di sektor UMKM dan kegiatan usaha padat karya ini dapat terus berlangsung dan dapat ditingkatkan. Untuk mendukung UMKM ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 27,26 triliun melalui BPR, perbankan, dan perusahaan pembiayaan,” ungkap Halim.

Guna menjaga likuidatas perbankan, kata Halim, sejak awal tahun LPS telah menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 75 basis poin untuk simpanan berdenominasi rupiah dan menurunkan 25 basis poin untuk tingkat bunga penjaminan dalam valuta asing. "Dengan hal tersebut LPS berharap dapat menurunkan biaya dana dari perbankan," pungkas Halim.



Sumber: BeritaSatu.com