IHSG Ditutup Melemah 1,37%

IHSG Ditutup Melemah 1,37%
Petugas keamanan berada di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Lona Olavia / MPA Kamis, 25 Juni 2020 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpukul pada perdagangan Kamis (25/6). Dibuka melemah 35,81 poin atau 0,72% ke posisi 4.928,93, pelemahan IHSG pun kian membesar hingga ditutup di akhir sesi II dengan turun sebesar 68 poin atau 1,37% ke posisi 4.896,73.

Penutupan IHSG hari ini diiringi aksi jual saham di seluruh pasar oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 117,9 miliar. Semua sektor saham kompak memerah dan yang terbesar adalah di sektor properti dengan minus 2,03%.

Sementara, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 514.498 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,09 miliar lembar saham senilai Rp 5,83 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 324 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya.

Indeks di bursa regional juga sama-sama terpukul pada perdagangan hari ini. Indeks Nikkei di Bursa Efek Jepang merosot 1,22% ke 22.259,79. Begitupun, indeks Straits Times di Singapura turun 1,89% ke 2.578,91. Sedangkan, Indeks Hang Seng di Hong Kong libur.

Pelemahan mengikuti indeks utama Wall Street yang anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dengan persentase penurunan lebih dari 2% dan menjadi hari terburuk bagi Dow, S&P 500 dan Nasdaq sejak 11 Juni kemarin. Investor khawatir dengan lonjakan kasus baru Covid-19 yang bisa memperlambat proses pemulihan ekonomi. Alhasil, Dow Jones Industrial Average turun 710,16 poin atau 2,7% menjadi 25,445,94, S&P 500 ditutup 2,6% menjadi 3,050,33, dan Nasdaq Composite turun 2,2% menjadi 9,909,17. Aksi jual pada Rabu membuat investor masuk ke safe havens tradisional seperti emas sehingga harga emas mencapai level tertinggi dalam hampir delapan tahun.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, sebenarnya peluang teknikal rebound kembali terlihat dalam pola gerak IHSG setelah melalui fase konsolidasi wajar dalam beberapa waktu yang lalu, resisten level terdekat sedang berusaha digeser ke arah yang lebih baik. Namun, mengingat investor asing yang masih mencatatkan capital outflow secara year to date, maka peluang pelemahan masih cukup besar.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” katanya, Kamis (25/6).



Sumber: BeritaSatu.com