13 MI Tersangka Kasus Jiwasraya, Bos BEI: Investor Jangan Khawatir

13 MI Tersangka Kasus Jiwasraya, Bos BEI: Investor Jangan Khawatir
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi saat Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 di Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)
Lona Olavia / WBP Jumat, 26 Juni 2020 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta investor reksa dana tak perlu panik bahwa kasus yang menimpa 13 Manajer Investasi (MI) dalam kasus Jiwasraya. Meski 13 perusahaan itu sudah menjadi tersangka, namun tidak mempengaruhi hasil investasi. Pasalnya yang dibekukan Kejaksaan Agung bukanlah MI-nya, melainkan salah satu produk reksa dananya. Tiap MI diketahui memiliki banyak produk yang dikelolanya.

“Yang dibekukan produknya, bukan MI. Reksa dana pengelolaannya independen. MI punya banyak reksa dana dan antar-MI kebijakannya beda-beda. Lalu kolateralnya tidak ada di MI, tapi di kustodian yang terpercaya. Jadi, jika memang ada reksa dana yang dibekukan, jangan dicampuradukkan dengan MI dan reksa dana lainnya. Jadi, investor tidak usah khawatir, karena tiap reksa dana berbeda dan kekayaannya dimasukkan ke third party, jadi aman,” katanya dalam Bincang Virtual Direksi BEI dengan Wartawan Pasar Modal secara virtual, Jumat (26/6).

Baca juga: Pegawai Jadi Tersangka, OJK Tetap Dukung Proses Hukum Kejagung

Terkait proses hukum yang saat ini berlangsung, dia mengatakan, BEI bersikap sama dengan OJK yakni mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses yang tengah berjalan.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih belum menetapkan sanksi maupun pembekuan terhadap 13 perusahaan manajer investasi yang menjadi tersangka baru dan diduga terlibat dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) oleh Kejaksaan Agung.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, sebagai regulator industri jasa keuangan, OJK merespons perkembangan kasus di Kejagung. “Penetapan 13 Manajer Investasi menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya, sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung,” katanya.

Kejaksaan Agung menyebutkan ada 13 perusahaan MI yang diduga terlibat, yaitu PT Danawibawa Manajemen Investasi atau Pan Arkadia Capital, PT OSO Manajemen Investasi, PT Pinacle Persada Investasi, PT Milenium Danatama, PT Prospera Aset Manajemen, PT MNC Asset Management. Selanjutnya, PT Maybank Aset Manajemen, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Aset Manajemen, PT Pool Advista, PT Corfina Capital, PT Trizervan Investama Indonesia dan PT Sinarmas Aset Manajemen.



Sumber: BeritaSatu.com