APRDI: Masalah Reksa Dana 13 MI Tidak Merembet ke Produk Lain

APRDI: Masalah Reksa Dana 13 MI Tidak Merembet ke Produk Lain
Ilustrasi Reksa Dana (Foto: Istimewa)
Lona Olavia / WBP Jumat, 26 Juni 2020 | 20:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mengingatkan kembali kepada para investor bahwa setiap portofolio reksa dana dikelola secara terpisah antara satu reksa dana dengan yang lainnya. Sehingga permasalahan yang terjadi di sebuah reksa dana tidak serta merta berpengaruh pada reksa dana lain yang dikelola oleh MI yang sama. Porotfolio aset reksa dana juga disimpan dan diadministrasikan oleh bank kustodian yang merupakan pihak yang independen dan tidak terafiliasi dengan MI. Selain itu, aset reksa dana bukan merupakan aset MI maupun bank kustodian (off balance sheet).

“Jadi, investor diharapkan bisa bersikap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan atas investasi reksa dananya,” kata APRDI dalam keterangan tertulis Jumat (26/6/2020).

Tercatat, jumlah reksa dana di Indonesia per tanggal 24 Juni 2020 sebanyak 2.211 produk, dengan total nilai aktiva bersih aset sebesar Rp 487 triliun.

Sementara MI mengimbau kepada seluruh pelaku industri reksa dana untuk tetap menjalankan pengelolaan dan pemasaran reksa dana sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku, serta menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan kode etik. Selain itu, menyampaikan penjelasan kepada investor dengan informasi yang sebenarnya, sehingga investor memiliki pertimbangan cukup dan akurat untuk mengambil keputusan investasinya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta investor reksa dana jangan panik bahwa kasus yang menimpa 13 Manajer Investasi (MI) yang menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya akan mempengaruhi investasinya. Pasalnya, yang dibekukan Kejaksaan Agung bukan MI-nya, melainkan salah satu produk reksa dananya. 

Kejaksaan Agung menyebutkan ada 13 perusahaan MI yang diduga terlibat, yaitu PT Danawibawa Manajemen Investasi atau Pan Arkadia Capital, PT OSO Manajemen Investasi, PT Pinacle Persada Investasi, PT Milenium Danatama, PT Prospera Aset Manajemen, PT MNC Asset Management. Selanjutnya, PT Maybank Aset Manajemen, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Aset Manajemen, PT Pool Advista, PT Corfina Capital, PT Trizervan Investama Indonesia dan PT Sinarmas Aset Manajemen



Sumber: BeritaSatu.com