Reopening Negara-negara Bagian Terganggu, Wall Street Melemah

Reopening Negara-negara Bagian Terganggu, Wall Street Melemah
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 27 Juni 2020 | 06:13 WIB

New York, Beritasatu.com - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2020). Texas menunda rencana pembukaan kembali aktivitas ekonomi (reopening) sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan kasus virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 2,8 persen ke 25.015,55. Indeks S&P 500 turun 2,4 persen ke 3.009,05. Nasdaq turun 2,6 persen ke 9.757,22.

Dow turun 3,3 persen minggu ini, sementara S&P 500 turun 2,9 persen. Nasdaq terkoreksi 1,9 persen pekan ini. Ketiga indeks besar ini mengalami koreksi dua dari tiga minggu terakhir.

Texas memerintahkan semua bar dan tempat usaha yang 51 persen pendapatannya dari menjual alkohol untuk ditutup sementara. Restoran juga diminta mengurangi kapasitas makan di tempat menjadi 50 persen dari kapasitas. Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini berasal dari kerumunan di bar-bar.

Florida juga melarang kerumunan di bar-bar setelah negara bagian itu melaporkan 9.000 kasus baru dalam sehari. Di Arizona, jumlah kasus naik 5,4 persen, padahal rata-rata seminggu terakhir hanya 2,0 persen. Dalam skala nasional, rata-rata penambahan kasus baru di AS mencapai 33.000 lebih tiap hari.

Saham maskapai kembali anjlok. United Airlines, American dan Delta Airlines turun lebih dari 3 persen. Operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line turun 5 persen.

Yield Obligasi AS 5 tahun turun ke level terendah 0,29 persen. Tenor 3 tahun juga turun ke titik terendah 0,17 persen.

Hasil stress test the Fed pada Kamis menunjukkan beberapa bank hanya memenuhi kecukupan modal minimal dalam skenario pandemi. Bank-bank ini diminta untuk menghentikan sementara program buyback saham dan menjaga pembayaran dividen tetap di level sekarang. Saham-saham perbankan pada Jumat terkoreksi. Bank of America dan JPMorgan Chase turun lebih dari 5 persen masing-masing. Wells Fargo turun 7,4 persen, dan Goldman Sachs turun 8,7 persen.

Saham Nike turun 7,6 persen setelah melaporkan kinerja keuangan yang mengecewakan. Nike menderita kerugian US$ 790 juta atau 51 persen per saham di kuartal-IV tahun fiskal, dari laba US$ 989 juta atau untung 62 sen per saham periode yang sama tahun sebelumnya.



Sumber: BeritaSatu.com