Dalam Sepekan, IHSG Kehilangan Kapitalisasi Pasar Rp 40 T

Dalam Sepekan, IHSG Kehilangan Kapitalisasi Pasar Rp 40 T
Karyawan melintas didepan monitor pedagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup terkoreksi 0,77 persen ke level 4.904,088 dari 4.942,275 pada pekan sebelumnya.

Perubahan juga terjadi pada kapitalisasi pasar selama sepekan yaitu turun Rp 40,52 triliun atau 0,70 persen menjadi sebesar Rp5.676,933 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp5.717,452 triliun.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar -17,14 persen atau menjadi rata-rata 532.777 kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 642.991 kali transaksi. Kemudian perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar -5,14 persen menjadi 7,948 miliar unit saham dibandingkan pekan lalu sebesar 8,379 miliar unit saham. Rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa turut mengalami perubahan sebesar -11,56 persen menjadi sebesar Rp7,008 triliun dari Rp7,924 triliun pada penutupan pekan lalu.

Investor asing pada hari Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp697,71 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp14,553 triliun.

ETF Terbanyak di ASEAN
Pada pekan ini, tepatnya Selasa (23/6) melalui seremoni Pembukaan Perdagangan secara virtual, Reksa Dana Indeks atau Exchange-Traded Fund (ETF) ke-7 di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020 resmi tercatat, yaitu Reksa Dana Indeks Premier ETF Index IDX30, dengan kode ETF XIID, merupakan produk yang diluncurkan PT Indo Premier Investment Management (IPIM). Indeks IDX30 menjadi dasar transaksi penerbitan atau underlying dari ETF XIID, bertindak sebagai Bank Kustodian yaitu Deutsche Bank AG, cabang Jakarta dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.

Dengan pencatatan ETF XIID maka sampai dengan saat ini BEI telah mencatatkan total 45 ETF, menjadi yang tertinggi di ASEAN. Hal tersebut merupakan komitmen BEI untuk terus menumbuhkan produk berbasis Local Index, dalam memajukan ETF. BEI didukung oleh 22 Manajer Investasi Penerbit ETF, dan 7 Dealer Partisipan ETF di Pasar Modal Indonesia. Nilai transaksi ETF secara keseluruhan juga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan pada beberapa tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 55% sejak 2016 sampai dengan 2019. Meskipun mengalami penurunan di Maret 2020 akibat Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), rata-rata transaksi harian ETF terus meningkat sampai dengan Februari 2020 yang dicatatkan sebesar Rp130,82 miliar/hari.

BEI pada pekan ini tepatnya Kamis (25/6) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk, dicatatkan dengan nominal Rp554.000.000.000 dengan tingkat bunga 10,25% dan jangka waktu 3 tahun. PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan pemeringkatan untuk obligasi ini yaitu Aidn (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 31 Emisi dari 26 Perusahaan Tercatat senilai Rp27,41 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,58 triliun dan USD47.5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp3096,39 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp8,96 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com