Tapera Diharapkan Bisa Atasi Backlog Perumahan

Tapera Diharapkan Bisa Atasi Backlog Perumahan
Ilustrasi perumahan. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Royal Tajur)
Imam Muzakir / FER Sabtu, 27 Juni 2020 | 16:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berharap bahwa Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi backlog (kekurangan rumah) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah memastikan, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan beroperasi pada 2021.

Baca Juga: Tips Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, setelah adanya payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera yang telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei 2020, program sejuta rumah diharapkan bisa lebih baik lagi.

"Tapera diharapkan menjadi solusi mengatasi backlog perumahan dengan penyediaan dana murah jangka panjang dan berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang terjangkau dan layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Eko, dalam diskusi properti yang digelar secara virtual, di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Walaupun ada BP Tapera, kata Eko, kebutuhan rumah diperkirakan tidak berubah sebesar 800.000 unit setiap tahunnya. Pasalnya, Tapera hanya bertugas dari sisi pembiayaan saja, dan tidak mengurusi masalah perizinan tanah dan lainnya. Menurut Eko, ada pihak yang mengharapkan rantai pasok penyediaan perumahan bakal lebih mudah karena bakal banyak diurus BP Tapera.

Baca Juga: Besaran Iuran Tapera Bebani Buruh

"Banyak yang mengharapkan BP Tapera ada terus kemudian proses dipermudah misalnya tanah, desain, inginnya menghindari ketentuan atau pedoman teknis, kemudian perizinan lebih cepat," paparnya.

Eko menegaskan, kehadiran BP Tapera bukan berarti proses pasokan dalam penyediaan rumah masyarakat jadi lebih mudah dan cepat. Karena prosesnya semuanya diserahkan kepada Tapera.

"Kita sudah punya PP untuk pengurusan perizinan yang dipercepat, kemudian ada konstruksi dan seterusnya ini proses tetap berjalan. BP Tapera fokusnya di pembiayaan, bukan dipasokan ataupun perizinan," pungkas Eko.

Baca Juga: Kempupera Tambah Kuota FLPP untuk BTN

Sementara itu, Executive Vice President PT Bank Tabungan Negara (BTN), Suryanti Agustinar mengatakan,  BTN siap menjadi pusat finansial perumahan. Pasalnya, BTN sudah mempunyai data lengkap tentang kondisi perumahan dan penyebarannya.

"Jadi, kami siap bersinergi dengan PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan), BP Tapera dalam pengelolaan dan juga pemupukan dana Tapera. Apalagi BTN sebagai bank yang juga fokus pada pemenuhan program sejuta rumah," tandas Suryanti Agustinar.



Sumber: BeritaSatu.com