Insentif Pajak untuk Dunia Usaha Diperpanjang Hingga Desember
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Insentif Pajak untuk Dunia Usaha Diperpanjang Hingga Desember

Senin, 29 Juni 2020 | 15:24 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan insentif perpajakan untuk dunia usaha hingga Desember 2020. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 yang merupakan revisi dari Perpress 54/2020.

“Dalam Perpres 72/2020, ada perubahan postur dalam pendapatan negara. Kami menampung hal-hal baru, yaitu perluasan dan perpanjangan kebijakan insentif perpajakan untuk dunia usaha. Dalam Perpres 54/2020 sebetulnya hanya diberikan sampai September 2020, kami akan perpanjang sampai dengan Desember 2020. Ini untuk PPh 21 ditanggung Pemerintah, pembebasan PPh 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor (Alkes), dan percepatan restitusi PPN,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Untuk belanja negara, Perpres 72/2020 juga menampung tambahan belanja sekitar Rp 125 triliun dari yang telah dialokasikan dalam Perpres 54/2020, antara lain subsidi UMKM dan Imbal jasa Penjaminan (IJP) UMKM, perpanjangan bansos tunai dan diskon listrik, tambahan Dana Insentif Daerah (DID) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan belanja penanganan Covid-19 lainnya.

“Untuk pembiayaan anggaran, Perpres ini menampung kebijakan pembiayaan investasi, PMN, dan penempatan dana dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” jelas Menkeu.

Untuk pendapatan negara direvisi dari 1.760,9 triliun menjadi Rp 1.699,9 triliun, terdiri dari perpajakan Rp 1.404,5 triiun dan PNBP Rp 294,1 triliun. Belanja negara juga direvisi dari Rp 2.613,8 triliun menjadi Rp 2.739,2 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.975,2 triliun dan TKDD Rp 763,9 triliun.

“Untuk defisitnya meningkat dari 5,07 persen menjadi 6,34 persen atau Rp 1.039,2 triliun, dengan pembiayaan yang sama dengan defisit tersebut,” tambah Sri Mulyani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pembenahan BUMN Dinilai Sesuai Kebutuhan Bisnis

Pembenahan BUMN adalah hal mendesak guna memperbaiki kinerja.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Sawit Sumbermas Tambah Kapasitas Penggilingan 150 MT

Hal ini akan memberikan dukungan usaha untuk menyokong pertumbuhan kinerja.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Siang Ini Rupiah Masih Berkutat di Area Negatif

Dolar Singapura siang ini ditransaksikan melemah 0,000 (0,0 persen) mencapai 1,39 per dolar AS.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Merah

Strait Times Singapura melemah 25,8 (0,97 persen) mencapai 2.579.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Sesi Siang, IHSG Turun 40 Poin ke Level 4.863

Sebanyak 100 saham naik, 290 saham melemah dan 127 saham stagnan.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Harga Emas Antam Turun ke 911.000 Per Gram

Harga per 50 gram: Rp 42,695 juta.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Rupiah Terkoreksi di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.225 - Rp 14.225 per dolar AS.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Dibuka, IHSG Dilanda Aksi Jual

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 10,3 poin (0,22 persen) menjadi 4.894.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Harga Minyak Melemah di Perdagangan Asia

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 1,8 persen menjadi US$ 40,28 per barel.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Bursa Asia Turun karena Kasus Covid-19 Melonjak

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang melemah 0,32 persen.

EKONOMI | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS