Dow Bertambah 500 Poin Didorong Boeing dan Apple

Dow Bertambah 500 Poin Didorong Boeing dan Apple
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 30 Juni 2020 | 05:29 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street naik tajam pada Senin (29/6/2020) didorong saham Boeing. Para investor juga mengabaikan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 580,25 poin atau 2,3 persen ke 25.595,80, atau terbaik sejak 5 Juni, ketika melonjak lebih dari 3 persen. S&P 500 menguat 1,5 persen menjadi 3.053,24, sementara Nasdaq Composite naik 1,2 persen ke 9.874,15.

Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Masih Berharap Reopening Berlanjut

Saham Boeing naik 14,4 persen menyusul penerbangan sertifikasi pesawat Boeing 737 Max dimulai Senin. Uji coba ini dilihat investor sebagai langkah penting sejak krisis terburuk perusahaan pada Maret 2019 setelah dua kecelakaan menewaskan 346 orang dalam lima bulan.

Apple juga menjadi kontributor terbesar kenaikan Dow, yang naik 2,3 persen. Facebook akhirnya pulih dari pelemahan dan ditutup naik 2,1 persen setelah sejumlah perusahaan menghentikan iklan pada platform raksasa media sosial itu. Sejak Jumat, Starbucks, Coca-Cola, dan Guinness-parent Diageo menyebut menghentikan iklan di Facebook.

Investor bertaruh pada saham-saham tertentu dengan harapan sebagian besar ekonomi negara akan terus dibuka kembali walaupun beberapa hotspot muncul. Southwest Airlines melonjak 9,6 persen setelah Goldman Sachs meningkatkan sahamnya menjadi beli (buy) dari penjualan (sell). Saham Gap dan Kohl masing-masing naik 3,7 persen dan 10,1 persen.

Kenaikan di Wall Street juga mendapat dorongan setelah National Association of Realtors mengatakan penjualan rumah yang tertunda pada Mei melonjak dengan rekor 44,3 persen.

Penguatan Senin terjadi bahkan setelah data Johns Hopkins University menunjukkan lebih 2,5 juta Covid-19 kasus dikonfirmasi di AS dengan 125.000 kematian. Secara global, lebih 10 juta kasus dilaporkan. "Statistik corona di AS memburuk selama akhir pekan, tetapi para trader mengabaikan hal negatif ini," kata Kepala Strategi FX Exchange Bank of Canada, Erik Bregar, dalam sebuah catatan.

Di Florida, ada 5.409 kasus dikonfirmasi pada Minggu, atau turun dari 8.424 kasus yang dikonfirmasi Sabtu. Namun persentase tes positif telah meningkat menjadi 13,67 persen dari 12,21 persen.

Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors, mengatakan bahwa investor merasa sedikit terhibur karena banyaknya jumlah infeksi belum mengarah pada kenaikan kematian.



Sumber: CNBC