Menteri Siti Dorong CSR untuk Selaraskan Hidup dengan Alam

Menteri Siti Dorong CSR untuk Selaraskan Hidup dengan Alam
(Kiri - kanan) Chairman Corebest Nurdizal M Rachman, Chairman KNKG Mas Ahmad Daniri, Chairman of ISVI CFCD Thendri Supriatno, Co-Founder Global Wakaf N. Imam Akbari, CEO & Editor Chief Top Business M Lutfi Handayani dalam seminar virtual di Jakarta Senin (29/6/2020). (Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 30 Juni 2020 | 10:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya Bakar mendorong aksi nyata semua pihak untuk menyelaraskan hidup dengan alam melalui berbagai upaya, termasuk lewat kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibilty/CSR).

“Pada prinsipnya, semua orang bisa berbuat nyata untuk mengatasi isu tentang bumi. Termasuk melalui aktivitas CSR. Sekecil apa pun, akan berperan dalam menyelamatkan bumi,” kata Menteri Siti Nurbaya sebagai keynote speaker (pembicara kunci) dalam seminar tentang CSR pada masa new normal, secara daring Senin, (29/6/2020).

Dalam seminar bertema 'The Key Strategies of CSR to Support Business Continuity in New Normal' ini Menteri Siti Nurbaya mengaitkan pentingnya hubungan antara CSR, dengan bumi dan ilmu pengetahuan. “Di sini, kita bisa bertanya satu hal yakni, apa yang bisa dilakukan untuk bumi dan bangsa?” kata dia.

Meski saat ini tengah dilanda pandemi virus corona (Covid-19) kata dia, namun semua harus bekerja dan berinovasi. "Termasuk, tidak goyah dalam mengintensifkan isu penting tentang bumi, melalui CSR,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Ketua Dewan Juri Top CSR 2020, Mas Achmad Daniri mengatakan program CSR harus dimulai dari karyawan sebuah perusahaan. “CSR sering terlalu fokus ke konsumen, sebenarnya hal itu harus dimulai dari ‘rumah’ atau internal perusahaan,” kata Daniri.

Selanjutnya, melibatkan pemangku kepentingan mulai karyawan dan konsumen. "Manfaat sosial, juga berarti manfaat bagi sebuah perusahaan,” kata dia.

Anggota Dewan Juri Top CSR 2020 sekaligus Direktur Corebest Indonesia Nurdizal M. Rachman menjelaskan dalam perumusan inisiatif CSR strategis, sebuah perusahaan perlu memerhatikan antara lain, dampak Covid-19 kepada masyarakat, dan aktivitas bisnis. Dengan memertimbangkan dampak tersebut, CSR suatu perusahaan akan mengurangi dampak negatif new normal ke perusahaan dan masyarakat. “Di samping itu, mengoptimalkan perubahan dan nilai-nilai new normal kepada perusahaan dan masyarakat,” papar Nurdizal.

Konsultan CSR Thendri Supriatno, menyebut bahwa dalam masa new normal, perlu ada penyesuaian inisiatif CSR. Hal ini terkait adanya penyesuaian sistem kerja perusahaan dalam seluruh value chain perusahaan, dengan penerapan protokol kesehatan, sebagai tanggung jawab perusahaan kepada pemangku kepentingan.

Direktur Utama Geo Dipa Energi (Persero), Riki Ibrahim mengungkapkan kebijakan CSR yang terkait dengan bisnis berkelanjutan sangat penting. “Program community development adalah investasi jangka panjang," kata dia.

Direktur Utama Kideko, M. Kurnia Ariawan, menjelaskan bahwa untuk periode 2013-2018, pihaknya telah mengeluarkan dana investasi sosial Rp 12,8 miliar.

Ketua Penyelenggara Top CSR 2020 yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness, M. Lutfi Handayani mengatakan bahwa ada pembeda antara Top CSR 2000 dengan penghargaan sejenisnya. Perbedaan yang dinilai dalam TOP CSR 2020 ada tiga aspek utama yakni aspek kepatuhan (compliance) terhadap ISO 26000 tentang social responsibility, aspek GCG, dan aspek keselerasan program CSR dengan strategi serta daya saing bisnis perusahaan.

Hasil penilaian atau skor GCG yang baik menjadi salah satu prasyarat awal untuk menerima penghargaan TOP CSR 2020. Pada Top CSR 2020 pun ada tambahan penilaian kategori khusus, yakni Program CSR yang terkait dengan prioritas Program Kabinet Indonesia Maju.



Sumber: BeritaSatu.com