Himbara Optimistis Kredit Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Himbara Optimistis Kredit Tumbuh Positif di Tengah Pandemi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Senin (29/6/2020). (Foto: Beritasatu.com / Herman)
Lona Olavia / EHD Rabu, 1 Juli 2020 | 12:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Empat bank yang masuk dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan sudah siap untuk menyalurkan kredit seiring sudah tersalurkannya penempatan uang negara sebesar Rp 30 triliun yang terpecah ke kas masing-masing bank pelat merah tersebut.

Ada pun dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis bank umum yang terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/PMK.05/2020.

Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, dari penyaluran tersebut yang akan di-leverage atau pengembalian dana minimal sebanyak tiga kali lipat menjadi Rp 90 triliun dalam bentu ekspansi kredit yang bisa mendorong kredit tumbuh positif tahun ini di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Rp 60 triliun dana tabungan dari masyarakat ditambah penempatan pemerintah Rp 30 triliun, jadi Rp 90 triliun ekspansi kredit yang bisa kami salurkan. Demand terhadap loan itu ada seiring aktivitas ekonomi yang mulai dibuka dan bergerak kembali. Misalnya saja, kita tetap makan toh, petani peternak semua tetap harus berproduksi, mendistribusikan barang yang dihasilkan dan itu adalah tempat loan dan demand. Kesana kita akan sasar," ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan bank-bank Himbara dengan OJK, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Dari situlah, Himbara optimistis selama satu tahun ini industri perbankan nasional masih bisa menorehkan pertumbuhan yang positif pada sisi kredit perbankan, dari tahun lalu tumbuh 6%. "Bahwa tahun ini berapa tumbuhnya (kredit), namun secara agregat akan tetap tumbuh positif. Misalnya, saya mewakili BRI akan tumbuh 4%-5%," sebutnya.

Lebih lanjut, Sunarso menuturkan, penempatan dana pemerintah tersebut akan disalurkan ke sektor yang bisa mensejahterakan masyarakat banyak. Di mana, nantinya keempat bank tersebut akan menyalurkan pada sektor yang menjadi keunggulan masing-masing bank di sisi kreditnya.

Seperti untuk Bank BRI dana digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa rencana ekspansi kredit UMKM 6 bulan ke depan sebesar Rp 122,50 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp 108,80 triliun.

Sementara, Bank Mandiri, penyaluran kredit akan difokuskan untuk produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan target penyaluran Rp 21 triliun.

"Kami semua akan masuk ke sektor tertentu yang kami siap. Contohnya kami di bidang yang lebih banyak korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di UMKM. Sepanjang situasi ekonomi ini mulai ada kelonggaran maka kami akan ekspansi. Adanya kelonggaran dari pemerintah daerah, maka kita bisa penetrasi lebih dalam lagi kedepan. Di sektor perdagangan seperti hotel akan jadi prioritas di kami," ucap Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar.

Sedangkan untuk Bank BNI, dana tersebut akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil untuk korporasi, usaha menengah dan kecil serta consumer loan dalam 3 bulan ke depan senilai Rp 15,04 triliun.

"Kami fokus ke padat karya yang akan meningkatkan stimulus ke pertumbuhan ekonomi. Untuk menjaga kualitas kredit, nasabah UMKM pun tidak hanya kami berikan pinjaman, tapi juga pendampingan, kita bantu cari pasar dan vendor, karena ekosistem berputar makan kualitas bisa dijaga," ungkap Direktur Utama BNI Herry Sidharta.

Terakhir untuk Bank BTN, dana akan difokuskan pada rencana penyaluran kredit pada Juli hingga Desember 2020 sebesar Rp30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan.

"Di mana semuanya akan diprioritaskan ke segmen UMKM. Tapi bagi yang non UMKM juga bisa apabila visible dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan layak," kata Sunarso.

Sunarso menambahkan, supaya menjaga agar kredit yang disalurkan itu berkualitas dan tidak menimbulkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), pihaknya akan menyalurkan kredit sesuai dengan porsi yang diminta nasabah. "Kualitas harus dijaga, jangan diberikan melebihi demand-nya," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa penempatan uang negara pada tahap pertama di Himbara sebesar Rp 30 triliun bisa memprioritaskan aspek UMKM dan subsidi bunga guna mendorong sektor riil ke depan.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir berharap bahwa apa yang telah dikerjakan selama ini dapat menggulirkan kembali UMKM dan korporasi yang ada di pedesaan dan perkotaan.

 



Sumber: BeritaSatu.com