Luhut: Investasi Tiongkok di Morowali Dorong Hilirisasi Nikel
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Luhut: Investasi Tiongkok di Morowali Dorong Hilirisasi Nikel

Selasa, 30 Juni 2020 | 22:10 WIB
Oleh : Lona Olavia / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menampik keras tudingan bahwa Pemerintah Indonesia memberi keistimewaan terhadap Tiongkok untuk menanamkan investasinya ke Indonesia, termasuk mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) asal negara itu. Kehadiran investasi Tiongkok. Prinsip dasar pemerintah memberi kesempatan yang sama kepada semua investor yang memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Penegasan itu disampaikannya kepada SP di ruang kerjanya, Selasa (30/6), menanggapi masih adanya sorotan terhadap investasi Tiongkok di Morowali dan Konawe, Sulawesi Tengah, terutama kehadiran TKA negeri panda itu. Kehadiran investor di Morowali adalah untuk merealisasikan hilirisasi nikel.

Dia mengungkapkan, sebelumnya Indonesia mengekspor bijih nikel atau dalam bentuk material mentah (raw material) ke Tiongkok. Setelah diolah, produknya diimpor ke Indonesia. “Kita tidak memperoleh nilai tambah. Sekarang itu (ekspor bahan mentah) kita larang. Kalau mereka (Tiongkok) ingin memproduksi nikel, silakan investasi di sini,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Luhut, pemerintah menetapkan lima syarat bagi investor dari Tiongkok tersebut. Pertama, Indonesia tidak akan menerima investasi kalau tidak membawa teknologi yang terbaik. “Syarat teknologi ini akan diaudit oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sehingga tidak sembarangan,” jelasnya.

Kedua, harus membawa nilai tambah (added value). Ketiga, harus dilakukan melalui skema business to business (B to B) bukan government to government (G to G). “Dengan skema B to B tidak memengaruhi rasio utang Indonesia ke GDP (gross domestic product),” katanya.

Keempat, para investor harus melakukan teknologi transfer. Terobosan ini, kata Luhut, akan memberi terhadap pada pekerja Indonesia. “Dengan transfer teknologi tersebut, pekerja Indonesia akan memperoleh transfer pengetahuan terhadap teknologi baru yang masuk ke dalam negeri,” ujarnya.

Kelima, memakai sebanyak mungkin pegawai Indonesia. Terkait syarat ini, Luhut mengungkapkan, di investasi Tiongkok di Morowali menyerap 42.000 tenaga kerja. Dari jumlah itu, TKA hanya sekitar 3.000 orang. “Jadi di bawah 10%,” katanya.

Soal tenaga kerja asing, Luhut pun menyebutkan, di Morowali saat ini ada 42.000 pekerja di mana pekerja asingnya hanya 3.000 orang atau di bawah 10%. “Mengapa harus orang asing, sebab mereka saat ini yang memiliki kompetensi, agar pekerjaan konstruksi cepat selesai. Mereka (investor) juga tidak ingin berlama-lama menggunakan tenaga kerja asing karena cost-nya lebih mahal. Jadi semakin cepat selesai, semakin cepat mereka bisa menggunakan lebih banyak tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Dia pun mengkritik kalangan yang terus mempersoalkan TKA. “Jadi, kalau soal nasionalisme, saya juga beberapa kali mau mati untuk Republik ini. Mereka jangan asal bicara saja. Saya tidak pedulilah omongan itu, saya telan saja demi Republik ini. Lagi pula, dalam bisnis rang maunya cepat dan dikerjakan benar sehingga biaya turun. Apalagi, dunia ini semuanya sedang berlomba pada cost efficiency,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya lokal, lanjut Luhut, pemerintah juga mendukung pengembangan politeknik industri logam di Morowali dan Konawe. Kedua wilayah itu yang akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang pembangunannya difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian ini merupakan salah satu best practice dalam pelaksanaan pendidikan yang mengusung konsep link and match dengan dunia industri.

Pengembangan “Lithium”
Luhut mengembangkan, melalui kehadiran investor asing di Morowali dan Konawe tersebut, pemerintah tengah mendorong hilirisasi industri dari nikel yang merupakan material dasar pembuatan baterai lithium. “Kita membuat itu untuk hilirisasi. Selama ini, berpuluh-puluh tahun, contohnya Freeport, hanya ekspor raw material, jadi nilai tambah kita tidak terima. Lapangan kerja tidak berkembang, tidak ada pajak yang diterima juga. Lalu, kita impor lagi barang jadi ke Indonesia. Mengapa tidak kita produksi sendiri di sini. Tapi, kan harus ada uang, teknologi, dan kita belum punya semua ini. Yang paling segera dan siap adalah Tiongkok, karena 98% nikel ini sebelumnya kita ekspor ke Tiongkok," jelas Luhut.

Dari pembangunan pabrik ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat memproduksi baterai lithium untuk penggunaan kendaraan listrik pada tahun 2024. Saat itu, negara-negara Eropa sudah mewajibkan penggunaan kendaraan berbasis listrik.

“Indonesia akan menjadi pemasok utama baterai mobil (battery electric vehicle/BEV) di dunia. Baterai lithium di dunia, 75% raw material-nya ada di Indonesia. Tahun 2024 sudah mulai produksinya untuk lithium, tapi karena Covid mungkin akan sedikit tertunda,” katanya.

Upaya hilirisasi tersebut, ungkap Luhut, mendapat tantangan dari banyak negara. “Kita digugat ke WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), karena melarang ekspor bijih nikel. Ini akan kita lawan,” ungkapnya.

Di Kawasan Industri Morowali, investor asal Tiongkok Tsingshan Group sedang membangun industri pengolahan nikel yang kelak berujung pada industri energi terbarukan, baterai lithium dengan nilai investasi mencapai US$ 12 miliar hingga US$ 30 miliar.

Demikian pula di Konawe, Sulawesi Tenggara, investor Tiongkok, Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) membangun smelter di atas lahan 500 hektare dengan nilai investasi US$ 860 juta atau sekitar Rp 12,8 triliun.

Sementara itu, PT Obsidian Stainless Steel (OSS) membangun industri stainless steel dengan total investasi US$ 2 miliar, atau Rp 29,8 triliun. Total investasi di Konawe mencapai US$ 2,86 miliar atau sekitar Rp 42,6 triliun. Industri yang dibangun juga sama, yakni hilirisasi nikel yang berujung pada baterai lithium.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Desmigratif Hadirkan Pelindungan Komprehensif untuk Pekerja Migran dan Keluarganya

Kemnaker menghadirkan program Desmigratif dengan tujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarga.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Barcelona vs Granada: Tuan Rumah di Atas Angin

Barcelona vs Granada: Tuan Rumah di Atas Angin

BOLA | 57 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings