Awali Semester II, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Awali Semester II, IHSG Bertahan di Zona Hijau
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Lona Olavia / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 16:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengawali hari pertama di semester II 2020, laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berlanjut pada perdagangan Rabu (1/7/2020).

Setelah dibuka naik11,04 poin atau 0,23 persen ke posisi 4.916,43 di awal sesi I, IHSG berhasil ditutup di zona hijau pada akhir sesi II dengan menguat tipis 9 poin atau 0,18 persen ke level 4.914,38 di tengah volatilitas pasar.

Hingga saat ini, IHSG masih mengalami penurunan 21,99 persen year to date (ytd). Namun, bila dibandingkan tiga bulan sebelumnya, IHSG sudah berhasil menguat 17,15 persen.

Baca Juga: Sesi Siang, IHSG Hilang 15 Poin ke Level 4.889

Penutupan IHSG hari ini diiringi aksi jual saham di seluruh pasar oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 382,1 miliar. Di mana, dari 10 sektor, lima masing-masing mengalami kenaikan dan penurunan. Kenaikan terbesar terjadi di sektor pertambangan dengan 1,08 persen. Sebaliknya penurunan terbesar dialami sektor properti dengan -0,99 persen.

Sementara, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 556.885 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,77 miliar lembar saham senilai Rp 6,17 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 242 saham menurun, dan 165 saham tidak bergerak nilainya.

Di bursa regional, indeks bergerak fluktuatif. Nikkei di Bursa Efek Jepang turun 0,75 persen ke 22.121,73. Sedangkan indeks Straits Times di Singapura naik 0,67 persen ke 2.607,2. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong sedang libur.

Sebelumnya, Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, semalam (30/6/2020). Dow Jones ditutup 25,595.80 setelah naik 2.28 persen, Nasdaq ditutup 10,058.77 setelah terapresiasi 1.87 persen, dan S&P 500 ditutup 3,100.29 setelah menguat 1.54 persen. Bursa saham AS ditutup menguat menjelang akhir semester I dan kembali ke level tertingginya sebelum terjadi sell off pada bulan Maret 2020 lalu.

Baca Juga: Awali Perdagangan, IHSG Menguat Tipis

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, mengawali semester II 2020, pergerakan IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Di mana, masih tercatatnya capital outflow secara year to date juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG hingga saat ini. Momentum koreksi wajar menurutnya, masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek mengingat fundamental perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi stabil.

"Ini sideways. Jadi, walaupun menguat memang akan tipis dan masih terlihat tekanan karena jual bersih asing lumayan tinggi,” kata William kepada Beritasatu.com, Rabu (1/7/2020).



Sumber: BeritaSatu.com