BRI Salurkan Subsidi Bunga KUR ke 214.000 Nasabah

BRI Salurkan Subsidi Bunga KUR ke 214.000 Nasabah
Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / AB Rabu, 1 Juli 2020 | 21:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan stimulus tambahan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) tahap pertama yang telah diterima dari pemerintah, Selasa (30/6/2020) kepada 214.000 nasabah. Tambahan subsidi bunga ini merupakan implementasi kebijakan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 8 Tahun 2020 dalam rangka menyelamatkan pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (1/7/2020), Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan kriteria utama penerima tambahan subsidi ini mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 255 Tahun 2020, yakni penerima KUR yang mengalami penurunan pendapatan atau omzet karena gangguan usaha di tengah pandemi Covid-19 dan/atau mengalami gangguan proses produksi karena dampak pandemi Covid-19.

Selain itu, secara administratif sampai dengan 29 Februari 2020 memiliki outstanding pinjaman dan kualitas pinjamannya tercatat performing loan.

Secara teknis,lanjutnya, tambahan subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah akan dimasukkan ke rekening pinjaman debitur dan tidak dapat diambil secara tunai untuk cadangan beban pembayaran bunga atau meringankan pembayaran bunga bulan berikutnya.

Selanjutnya, debitur yang dinyatakan berhak menerima tambahan subidi bunga akan menerima stimulus sebesar 6% dan selama tiga bulan berikutnya sebesar 3% efektif/tahun paling lama sampai 31 Desember 2020.

Melalui upaya-upaya penyelamatan ini, Sunarso berharap dapat mengembalikan daya tahan ekonomi pelaku UMKM yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pada Rabu (24/6/2020) BRI bersama bank BUMN lain telah mendapatkan penempatan dana dengan total Rp 30 triliun dari pemerintah untuk tambahan penguatan likuiditas.

“BRI berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah pemerintah untuk terus mendorong sektor riil, utamanya UMKM, sehingga tetap bertahan dan berkembang di tengah kondisi yang sulit saat ini,” tutup Sunarso.



Sumber: BeritaSatu.com