Valbury: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Valbury: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 2 Juli 2020 | 09:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis (02/07), seiring dengan optimisme penemuan vaksin Covid-19 yang diklaim aman dan efektif meredakan kekhawatiran global dan dapat menjadi katalis bagi pasar,  perkiraan membaiknya sejumlah data ekonomi AS yang akan rilis hari ini, dan sinyalemen dari indeks berjangka Wall Street yang positif. Kendala bagi IHSG, potensi rupiah yang kembali melemah terhadap dolar AS.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Sri Mulyani menjelaskan krisis saat ini berbeda dengan krisis 1998 dan 2008. Hal ini karena guncangan besar yang tidak pernah dialami negara-negara manapun di era modern. Pandemi Covid-19 telah terdampak bagi perekonomian masyarakat secara luas termasuk rumah tangga dan pelaku usaha, terutama UMKM. Dalam menangani akan dampak bagi perekonomian, pemerintah merumuskan kebijakan untuk dua hingga tiga langkah ke depan dengan mengarahkan stimulus itu untuk perlindungan sosial serta dukungan bagi UMKM. UMKM mendapatkan restrukturisasi kredit serta subsidi bunga dan kemudahan untuk mendapatkan kredit modal kerja baik melalui penempatan dana murah pada perbankan maupun penjaminan kredit.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 kontrkasi sebesar -3,8%. Namun, angka ini akan dipastikan dari rilis BPS di awal Agustus 2020. Pertumbuhan negative ini, dampak dari Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) hingga mempengaruhi perekonomian di kuartal II yang menimbulkan masalah sosial masyarakat terutama seperti sektor UMKM dan sektor informal juga terpukul. Konsumsi masyarakat yang mempengaruhi ekonomi hampir 60% ikut menurun. Investasi juga ikut melemah, menurunkan kegiatan ekonomi.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya semakin marah pada Tiongkok karena penularan Covid-19 yang masih meningkat di dunia. Trump berulang kali menyalahkan Tiongkok atas penyebaran virus corona di dunia. Trump bahkan menuding Tiongkok tidak transparan mengenai asal mula kemunculan virus tersebut. Pernyataan Trump itu juga muncul ketika ahli penyakit menular Anthony Fauci mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di AS berjalan ke arah yang salah. Bahkan pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona. Kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com