PGN Realisasikan Implementasi Harga Gas Industri Tertentu US$ 6/MMBTU

PGN Realisasikan Implementasi Harga Gas Industri Tertentu US$ 6/MMBTU
Ilustrasi Perusahaan Gas Negara. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / AB Kamis, 2 Juli 2020 | 20:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) dan perannya sebagai sub-holding gas telah menjalankan implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 89K/2020 terkait penyediaan kebutuhan gas bumi untuk industri sektor tertentu dengan harga US$ 6/MMBTU secara proposional untuk tagihan pemakaian Juni 2020.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (2/7/2020), disebutkan PGN telah efektif memberlakukan kebijakan harga gas US$ 6/MMBTU secara proporsional ke 130 pelanggan dengan volume sebesar 191,78 BBTUD, dari keseluruhan jumlah pelanggan industri PGN Group yang mendapatkan manfaat dari kepmen ESDM sebanyak 188 pelanggan.

Volume proporsional yang disalurkan meliputi industri baja sebanyak 18,03 BBTUD, kaca glassware 4,38 BBTUD, kaca lembaran 12,48 BBTUD, keramik 27,75 BBTUD, oleokimia 8,03 BBTUD, petrokimia 82,61 BBTUD, dan sarung tangan karet 0,56 BBTUD. Tahap berikutnya, PGN akan melayani pelanggan yang belum mendapatkan manfaat kepmen tersebut seiring dengan penyelesaian letter of agreement (LOA) dengan produsen hulu/KKKS untuk seluruh pelanggan sektor industri tertentu.

Direktur Utama PGN Suko Hartono menjelaskan pelaksanaan implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 secara proposional akan dilaksanakan untuk pelanggan sektor industri tertentu dengan alokasi gas sebanyak 191,78 BBTUD sejak 13 April 2020. Sampai saat ini, PGN Group dan mitra produsen hulu/KKKS telah menyelesaikan sembilan dari total 17 dokumen LOA.

PGN senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan komitmen melaksanakan Kepmen ESDM 89K/2020, PGN akan melakukan aspek-aspek ketersediaan gas bumi, pemerataan akses pemanfaatan gas bumi, dan penerimaan harga yang layak agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami bersama stakeholder terkait, baik regulator dan produsen hulu/KKKS berkomitmen penuh terhadap kebijakan penetapan harga gas industri tertentu sebesar US$ 6/MMBTU untuk memberikan stimulus bagi peningkatan produktivitas dan daya saing industri yang tentunya sangat dibutuhkan sektor industri tersebut untuk bangkit dan menggeliat di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ungkap Suko.

Sehubungan dengan penyelesaian LOA dengan produsen hulu/KKKS, Suko menjelaskan bahwa dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar amendemen atas ketentuan perjanjian jual beli gas (PJBG) dan/atau side letter dengan pelanggan industri tertentu di hilir.

“Kami berharap proses pembahasan dan kesepakatan LOA yang masih dalam progres untuk volume pasokan gas yang sudah tertera di Kepmen ESDM 89.K/2020 dapat segera diselesaikan agar penerapannya kepada pelanggan dapat berjalan penuh,” ujarnya.

“Kami melihat kebijakan ini sebagai opportunity, di mana akan lebih banyak industri yang bisa menjangkau penggunaan gas bumi. Kami juga berharap dengan pulihnya kondisi setelah masa transisi pembatasan karena pandemi ini, industri sektor tertentu dapat meningkatkan konsumsi gasnya secara optimum sehingga pemanfaatan gas bumi ini akan mendorong daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.

Sebagai subholding gas dan bagian dari Holding Migas, PGN akan senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan komitmen melaksanakan Kepmen ESDM 89K/ 2020, PGN akan melakukan aspek-aspek ketersediaan gas bumi, pemerataan akses pemanfaatan gas bumi, dan keberterimaan harga yang layak agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.



Sumber: BeritaSatu.com