HUT Ke-50, Jamkrindo Berkomitmen Tingkatkan Dukungan bagi Pelaku UMKM

HUT Ke-50, Jamkrindo Berkomitmen Tingkatkan Dukungan bagi Pelaku UMKM
Perayaan ulang tahun Jamkrindo. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / AB Kamis, 2 Juli 2020 | 20:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jamkrindo memaknai hari ulang tahun (HUT) ke-50 dengan peningkatan kontribusi bagi negeri. Memasuki usia 50 tahun pada 1 Juli 2020, Jamkrindo berkomitmen meningkatkan dukungan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengatakan usia 50 tahun dimaknai oleh segenap insan Jamkrindo sebagai peningkatan peran dan kontribusi dalam menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional.

“Perayaan 50 tahun perusahaan ini kelak akan dikenang karena bersamaan dengan kejadian luar biasa di seluruh dunia yakni pandemi Covid-19 yang memengaruhi segala aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Namun, justru karena itulah, kami memaknai perayaan 50 tahun PT Jamkrindo sesuai dengan tagline logo 50 tahun 'Jamkrindo: Terus Berkontribusi bagi Negeri',” ujar Randi Anto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (2/7/2020).

Jamkrindo, lanjutnya, sangat antusias atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah untuk terlibat dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya sebagai lembaga penjamin kredit. Sebagai perusahaan penjamin kredit terbesar, Jamkrindo berkomitmen menyukseskan program yang dirancang untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.

“Kami yakin, bahwa program ini baik bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, serta memberikan prospek bagi pengembangan bisnis Jamkrindo ke depan,” ujarnya.

Selain melakukan penjaminan kredit bagi UMKM, Jamkrindo juga aktif melakukan pemberdayaan UMKM dan pendampingan UMKM. Selama 50 tahun, Jamkrindo telah membina dan mendampingi ribuan mitra binaan UMKM, misalnya kelompok petani mete di Larantuka dan kelompok Asosiasi Homestay Ciletuh, Kabupaten Sukabumi.

“Sejalan dengan perkembangan perekonomian saat ini, PT Jamkrindo juga melakukan restrukturisasi pinjaman kemitraan bagi mitra yang terdampak pandemi Covid-19, ” katanya.

Puncak perayaan HUT ke-50 Jamkrindo dilakukan dengan perayaan sederhana. Acara yang diadakan pada saat new normal ini diselenggarakan dalam format virtual dengan beberapa rangkaian acara, di antaranya launching buku 50 tahun Jamkrindo, pemberian bantuan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang meliputi bantuan pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta rangkaian penyerahan dua sertifikat dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Bantuan berkelanjutan yang diberikan Jamkrindo, antara lain bantuan untuk tenaga medis senilai Rp 75 juta, bantuan beasiswa kepada anak tenaga medis RS Sulianti Soeroso senilai Rp 200 juta, pemberian bantuan kepada Baznas senilai Rp 150 juta, bantuan sarana ibadah kepada lima tempat ibadah di wilayah timur Indonesia senilai Rp 150 juta, dan pemberian tiga ambulans di Surabaya dan Purwakarta, bantuan sarana dan prasarana pendidikan di SMAN 7 Kupang Rp 160 juta dan pemberian baju layak pakai.

Sebelumnya, Jamkrindo sudah menyalurkan bantuan paket sembako, alat-lat kesehatan, ambulans, pelatihan UMKM, beasiswa pendidikan, dan lain-lain.

Jamkrindo juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari direksi dan komisaris serta anak usaha PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar). “Bantuan ini adalah bantuan berkelanjutan dari Program Jamkrindo Peduli,” ujar Randi.

Pada situasi pandemi, Jamkrindo berhasil mengumpulkan bantuan Jamkrindo Peduli yang sumber dananya berasal dari potongan gaji, THR, dan uang apresiasi segenap insan Jamkrindo, baik karyawan, direksi, maupun komisaris Jamkrindo Incorporated yang dilakukan secara sukarela. Donasi seluruh insan Jamkrindo untuk masyarakat terdampak Covid-19 itu mencapai Rp 4,012 miliar.

Selain menginisiasi penggalangan dana internal, Jamkrindo juga menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar yang bersumber dari dana bina lingkungan. “Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Randi.

Pada usia emas, Jamkrindo mendapatkan 2 dua rekor Muri sekaligus yang diserahkan oleh pendiri Muri, Jaya Suprana. Pertama, "Rekor Perusahaan dengan Proses Perubahan Bandan Hukum Tercepat" dan kedua "Rekor Pergantian Badan Hukum Terbanyak".

Berangkat dari kondisi riil perkembangan koperasi yang masih cukup tertinggal dibandingkan dengan dua pelaku ekonomi lainnya (BUMN dan swasta), pemerintah mendirikan Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK) pada 1970 yang dalam perkembangannya diubah menjadi Perusahaan Umum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK).

Seiring berjalannya waktu dan terkait dengan keberhasilan pelaksanaan fungsi dan tugas Perum PKK dalam mengembangkan koperasi melalui kegiatan penjaminan kredit, pemerintah memperluas jangkauan pelayanan Perum PKK menjadi tidak hanya terbatas hanya pada koperasi, juga meliputi UMKM sekaligus mengubah nama Perum PKK menjadi Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU).

Selanjutnya pada Mei 2008, Perum SPU kembali diubah namanya menjadi Perum Jamkrindo. Perubahan nama perusahaan tersebut terkait dengan perubahan bisnis perusahaan yang tidak lagi memberikan pinjaman secara langsung kepada UMKM dan koperasi melalui pola bagi hasil, tetapi hanya terfokus pada bisnis penjaminan kredit UMKM dan koperasi.

Pada 2020, Jamkrindo berhasil menapaki tonggak sejarah baru. Perum Jamkrindo bertransformasi sebanyak dua kali, dari Perum Jamkrindo ke PT Jamkrindo (Persero), hingga kini menjadi PT Jamkrindo yang menandai masuknya perusahaan ke dalam entitas Holding Asuransi dan Penjaminan dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI yang diharapkan akan semakin memperbesar benefit Jamkrindo bagi Indonesia.

“Usia semakin matang ini semoga menjadi momentum bagi Jamkrindo untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Jaya Suprana.



Sumber: BeritaSatu.com