IPC Bidik Potensi Ekonomi Pemberlakuan TSS Selat Sunda

IPC Bidik Potensi Ekonomi Pemberlakuan TSS Selat Sunda
Kapal laut berlayar di Selat Sunda. (Foto: Youtube)
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 20:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC siap menangkap potensi peningkatan trafik Selat Sunda yang bisa menjadi jalur alternatif perdagangan ke Asia Barat dan Eropa atau sebaliknya yang selama ini lebih banyak mengandalkan Selat Malaka.

Baca Juga: IPC Relaksasi Biaya Layanan Peti Kemas

Adapun kebijakan pemberlakuan traffic separation scheme (bagan pemisah alur laut) di Selat Sunda dan Selat Lombok mulai diterapkan 1 Juli 2020 dan diyakini akan meningkatkan lalu lintas kapal di Selat Sunda dan Selat Lombok.

"Tujuan utama penerapan TSS memang untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Selat Sunda sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan Selat Lombok sebagai ALKI II. Namun lebih dari itu, IPC melihat adanya peluang ekonomi dari pemberlakuan TSS,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/7).

Baca Juga: Pendapatan Pelindo II Terjaga di Posisi Rp 3,5 Triliun

Menurutnya, penerapan bagan pemisah alur laut akan membuat trafik kapal di Selat Sunda semakin teratur. Dengan demikian, waktu tempuh pelayaran semakin cepat dan hal ini menguntungkan pihak pelayaran.

“Ke depan Selat Sunda berpotensi menjadi jalur alternatif kapal barang dari Tanjung Priok ke Asia dan Eropa, dengan menyusuri pesisir barat Sumatera. Apalagi trafik di Selat Malaka semakin padat,” jelas Arif.

Baca Juga: Kemhub Tetapkan Sistem Pelaporan Kapal di TSS Selat Sunda

Pelabuhan Tanjung Priok, lanjutnya, siap menjadi pelabuhan hub internasional. Apalagi sejak tiga tahun terakhir terminal-terminal peti kemas di Tanjung Priok rutin melayani kapal-kapal besar berkapasitas di atas 10.000 TEUs.

“Sekarang sudah ada sejumlah direct call (rute pelayaran langsung) dari Priok ke berbagai tujuan, antara lain Amerika, Eropa, Australia, serta Tiongkok dan beberapa negara Asia Timur,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com