Kebangkrutan Pizza Hut AS Tidak Berdampak ke Pizza Hut Indonesia

Kebangkrutan Pizza Hut AS Tidak Berdampak ke Pizza Hut Indonesia
Jajaran direksi PT Sarimelati Kencana Tbk, pemegang lisensi Pizza Hut saat paparan publik penawaran umum saham perdana (IPO) di Jakarta, Senin 23 April 2018. (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 4 Juli 2020 | 17:03 WIB

Kansas, Beritasatu.com - NPC International Inc., pewaralaba terbesar Pizza Hut di Amerika Serikat, mengajukan perlindungan pailit akibat penutupan restoran karena Covid-19 dan kalah bersaing.

NPC mengajukan pailit di Pengadilan Texas, Rabu (1/7/2020). NPC didirikan pada 1962 dan mengoperasikan 1.227 restoran Pizza Hut dan 393 restoran Wendy's.

Di AS, NPC dan Pizza Hut mengalami kesulitan akibat naiknya upah pegawai dan biaya makanan, dan di saat yang bersamaan pergeseran dari konsep makan di tempat ke pengiriman makanan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Perusahaan yang berbasis di Kansas itu juga kalah bersaing dengan Domino's Pizza Inc dan Papa John's International Inc.

NPC memiliki utang US$ 930 juta dan telah menegosiasi ulang 90 persen pembayaran utang ke kreditur pertama (first lien) dan 17 persen dari pembayaran utang ke kreditur kedua (second lien). Melalui skema ini, kreditur dapat mengakuisi saham NPC. Skema ini juga melibatkan penjualan sebagian restoran perusahaan.

Perlindungan pailit bukan berarti Pizza Hut dan Wendy's akan menutup operasi. NPC bisa tetap berbisnis sambil memikirkan cara membayar utang dan membangkitkan kembali bisnis mereka. Kebangkrutan NPC juga tidak mempengaruhi pewaralaba Pizza Hut dan Wendy's lainnya di seluruh dunia.

Di Bursa Efek Indonesia, tampaknya terjadi kesalahpahaman atas kebangkrutan NPC. Saham emiten pewaralaba Pizza Hut di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk, mengalami koreksi yang cukup dalam setelah berita NPC beredar. Saham PZZA pada perdagangan Jumat (3/7/2020) anjlok 6,7 persen ke Rp 695 per lembar.

"Untuk harga saham, kami berharap para investor dapat menelaah dan mempelajari terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Kami menyerahkan sepenuhnya fluktuasi harga pada mekanisme pasar di bursa," kata Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk Kurniadi Sulistyomo kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Terkait permasalahan kepailitan NPC International yang terjadi di Amerika Serikat, Kurniadi menegaskan bahwa perkara tersebut bersifat terpisah.

Ia menuturkan PT Sarimelati Kencana Tbk merupakan pemegang hak lisensi waralaba tunggal di Indonesia dan perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pengelola Pizza Hut Amerika Serikat tersebut.

"Apapun nanti putusan pengadilan di Amerika Serikat, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja dan kegiatan usaha kami, Pizza Hut di Indonesia," kata Kurniadi.



Sumber: Bloomberg, Antara