Kembangkan Resi Gudang

Anak Usaha KBI Gandeng Asia Sejahtera Mina

Anak Usaha KBI Gandeng Asia Sejahtera Mina
Direktur Utama KPBI Yose Skundarisa (kanan)  dan Direktur Keuangan Asia Sejahtera Mina Agnes Kristina (kiri). Dalam kerjasama ini, KPBI menyepakati tentang plafon maksimal REPO yaitu sebesar Rp 4 miliar atas resi gudang rumput laut yang dimiliki Asia Sejahtera Mina.  
 (Foto: Beritasatu Photo / Dok. KBI)
Thereis Kalla / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 17:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) melalui anak usahanya PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) tanda tangani kerja sama pembelian dan penjualan kembali (Repo) resi gudang dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk.

Baca Juga: Laba Kliring Berjangka Indonesia Naik 83%

Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi mengatakan, kerja sama yang dilakukan anak usaha KBI kali ini, dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan ekosistem bisnis dalam sistem resi gudang.

"Apa yang dikerjasamakan ini, ada di sektor hilir dari sistem resi gudang, dimana anak usaha KBI melakukan pembelian dan penjualan kembali dengan pemilik resi gudang,” jelas Fajar dalam keterangan resmi KBI yang diterima Beritasatu.com, Minggu (5/7).

Fajar menambahkan, dengan kerja sama ini diharapkan akan menyerap potensi para nelayan rumput laut sebagai penyerap di sektor hulu sistem resi gudang. Lalu, menjadi daya tarik pemilik komoditas lain yang tergerak untuk menempatkan komoditasnya ke dalam sistem resi gudang. Bagi nelayan rumput laut sendiri, sistem resi gudang merupakan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, karena stabilitas harga akan terjaga.

Adapun kerja sama yang ditandatangani di Jakarta pada 3 Juli 2020 ini, dilakukan oleh Direktur Utama KPBI Yose Skundarisa dan Direktur Keuangan Asia Sejahtera Mina Agnes Kristina. Dalam kerjasama ini, KPBI menyepakati tentang plafon maksimal Repo yaitu sebesar Rp 4 miliar atas resi gudang rumput laut yang dimiliki Asia Sejahtera Mina.

Baca Juga: Program Kemitraan KBI Dukung Pengembangan UMKM

Fajar menjelaskan, kedepan pihaknya akan terus mendorong KPBI untuk membuka aliansi dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait Repo resi gudang. Tidak hanya di komoditas rumput laut, tapi juga di komoditas-komoditas lain. Selain itu, KBI sebagai induk usaha akan terus mendorong kinerja anak usaha, sehingga mampu menjadi salah satu mesin pertumbuhan yang mendukung lini bisnis utama perseroan di induk usaha, yaitu di sektor perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik serta sistem resi gudang.

“Kita lihat pertumbuhan resi gudang di Indonesia cukup baik, dan mekanisme Repo ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik resi gudang untuk mendapatkan pendanaan atas resi gudang yang mereka miliki,” jelas Fajar.

Sebagai informasi, data KBI mencatat selama tahun 2020 sepanjang Januari hingga Mei, tercatat penerbitan 4 resi gudang dengan volume 438.450 Kg, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 192 juta. Sedangkan di tahun 2019, jumlah resi gudang yang terbit sebanyak 24, dengan volume 1.515.340 Kg, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 10.867.755.

"Jumlah resi gudang rumput laut, kedepan kami proyeksikan akan terus tumbuh. Selain potensi besar rumput laut yang ada di Indonesia, masyarakat juga sudah mulai memahami manfaat dari sistem resi gudang ini. Dan kami bersama pemangku kepentingan lain di sektor ini, terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan resi gudang ini kepada masyarakat,” pungkas Fajar.



Sumber: BeritaSatu.com