Barata Perluas Pasar Ekspor ke Tiga Negara

Barata Perluas Pasar Ekspor ke Tiga Negara
Barata Indonesia melalui Divisi Pembangkit Barata yang mengoperasikan Pabrik Komponen Turbin di Cilegon mengekspor komponen pembangkit listrik ke Jerman. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Barata)
Amrozi Amenan / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 18:29 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Barata Indonesia (Persero) terus memperluas pasar ekspor untuk komponen pembangkit listrik. Dalam rentang waktu tiga bulan pada tahun 2020 ini, BUMN ini melakukan kegiatan ekspor ke tiga negara, yakni ke Armenia pada bulan April, Bahrain pada bulan Juni dan terakhir ke Jerman pada bulan Juli ini.

Baca Juga: Barata Indonesia Salurkan Pinjaman Bergulir ke UMKM Binaan

Khusus ekspor ke Jerman, Divisi Pembangkit Barata lewat pabrik komponen turbin di Cilegon menyiapkan komponen listrik berupa LP Outer Casing dan Condenser. Dua set komponen pembangkit listrik itu akan digunakan pada proyek Herne 6 (1x 600) MW Combined-Cycle Power Plant (CCPP). Pembangkit listrik itu memiliki kapasitas 600 MW dengan output uap 400 MW yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk wilayah Rhine-Ruhr di Jerman.

Ekspor kali ini sekaligus menambah daftar negara-negara yang menjadi tujuan ekspansi pasar global Barata Indonesia. Selain tiga negara tadi, yakni Armenia, Bahrain dan Jerman, sepanjang tahun 2020, Barata Indonesia juga telah melakukan ekspor ke Jepang dan Pakistan.

Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno mengatakan, ekspor yang dilakukan Barata Indonesia selama tiga bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19 tentu menjadi angin segar dan berita positif bagi industri manufaktur Indonesia, terlebih Barata Indonesia sendiri.

Sebab, lanjut Fajar, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang menyebabkan permintaan produk-produk manufaktur dalam negeri menurun, produk-produk Barata Indonesia justru masih mendapat kepercayaan penuh untuk berpartisipasi dalam proyek pembangkitan di berbagai negara lain.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Tak Hentikan Kegiatan Ekspor Barata

"Di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini, kami masih bisa memainkan peran kami dengan baik di Industri manufaktur, dengan rutin melakukan ekspor untuk komponen pembangkit listrik maupun komponen kereta api,” kata Fajar dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, selama tiga bulan ini terakhir, total ekspor komponen pembangkit listrik yang dibukukan oleh pabrik Komponen Turbin Barata Indonesia mencapai sekitar Rp 133 miliar. Angka tersebut diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun ini dengan terus mendorong ekspor dari Divisi lain, yakni Divisi Foundry atau Pengecoran lewat produk komponen kereta api.

"Kami akan berusaha terus berperan aktif untuk industri manufaktur tanah air, dalam rangkan mendorong tumbuhnya perekonomian nasional,” tandas Fajar.

Sebelumnya, Barata Indonesia juga telah melakukan ekspor condenser dan LP outer casing ke berbagai negara seperti Brasil , Argentina dan Pakistan.

Baca Juga: Barata Perpanjang Kontrak Ekspor Komponen KA

Sementara dalam beberapa bulan kedepan, pabrik komponen turbin Divisi Pembangkit Barata Indonesia juga kembali akan melakukan ekspor komponen turbin ke Australia, Korea Selatan, Brasil , Irak dan Jepang.



Sumber: BeritaSatu.com