Kempupera Tetapkan Target Prioritas Program Perumahan

Kempupera Tetapkan Target Prioritas Program Perumahan
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Khalawi Abdul Hamid. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kempupera)
Imam Muzakir / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengalokasikan pagu indikatif sebesar Rp 7,48 triliun untuk program perumahan tahun 2021 mendatang.

Baca Juga: Kempupera Anggarkan Rp 7,48 Triliun untuk Program Perumahan

Nilai anggaran tersebut, nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun) dan rumah khusus (Rusus), bantuan rumah swadaya serta pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk perumahan masyarakat.

Direktur Jenderal Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020) mengungkapkan, seluruh pelaksanaan program pembangunan perumahan ke depan diupayakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial di masyarakat.

"Sedangkan fokus pembangunan juga harus sesuai dengan kebijakan dan rencana kerja pemerintah seperti pemulihan sektor industri, pariwisata dan investasi sesuai tugas kementerian," kata Khalawi.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, pihaknya telah menetapkan beberapa target prioritas pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan tahun depan.

Baca Juga: PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang

Pertama, pembangunan Rusun sebanyak 7.724 unit dengan alokasi anggaran senilai Rp 3,51 triliun. Beberapa lokasi pembangunan Rusun yang akan dibangun tersebar di sejumlah lokasi seperti Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara.

Kedua, pembangunan rumah swadaya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dengan total anggaran sebesar Rp 2,51 triliun.

"Jumlah rumah tidak layak huni yang akan dibedah atau ditingkatkan kualitasnya tahun 2021 mendatang sebanyak 111.200 unit yang tersebar di 33 Provinsi," terang Khalawi.

Ketiga, pembangunan rumah khusus sebanyak 2.640 unit dengan anggaran sebesar Rp 0,61 triliun. Beberapa lokasi pembangunan Rusus yang telah dilaksanakan verifikasi lapangan berada di kawasan perbatasan, Kabupaten banjar Baru, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Konawe Selatan.

Baca Juga: Sektor Perumahan Dorong Pemulihan Ekonomi

Keempat, pembangunan rumah umum dan komersial melalui pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dengan anggaran Rp 0,41 triliun. Sedangkan, sisanya sebesar Rp 0,46 triliun akan digunakan untuk pembinaan, pengaturan, pengawasan dan dukungan manajemen.

"Melalu penetapan program prioritas ini, kami akan terus mendorong pelaksanaan program sejuta rumah di seluruh wilayah Indonesia," tandas Khalawi.



Sumber: BeritaSatu.com