SMF: Kinerja EBA-SP Aman, Investor Jangan Takut Default

SMF: Kinerja EBA-SP Aman, Investor Jangan Takut Default
Dirut PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo memberikan penjelasan kinerja perusahaan kepada Redaksi BeritaSatu Media Holdings saat kunjungannya bersama jajaran direksi SMF ke BeritaSatu Media Holdings, Jakarta, Selasa 20 Agustus 2019. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Lona Olavia / FMB Senin, 6 Juli 2020 | 12:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja keuangan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) di tengah pandemi Covid-19 cukup memukul sektor properti, khususnya Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Pasalnya, EBA-SP merupakan instrumen investasi yang bergantung terhadap arus kas dari angsuran KPR, yang mana terkait erat dengan kebijakan countercyclical pemerintah untuk menstimulus perekonomian, salah satunya melalui pemberian holiday payment kepada para debitur KPR.

Dalam kondisi ini, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF selaku penerbit EBA-SP telah menyiapkan langkah antisipasi mengenai kemungkinan terburuk dampaknya terhadap para investor akibat kebijakan tersebut.

“Pada prinsipnya EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlindungan yang terbaik bagi para investornya. D isamping mekanisme perlindungan dari internal struktur EBA-SP itu sendiri, SMF selaku penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor, melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk jaminan satu kali pembayaran biaya senior dan kupon Kelas A. Mengingat ini merupakan kebijakan countercyclical, sehingga diharapkan tidak akan berkepanjangan, kami yakin EBA-SP masih sangat aman,” kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam siaran pers, Senin (6/7/2020).

Ananta optimis bahwa ke depannya para investor akan semakin yakin akan efek ini, karena efek ini diterbitkan oleh SMF yang merupakan BUMN 100% dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo, baik secara korporasi maupun surat utangnya. Sejak tahun 2009 hingga saat ini SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan skema KIK EBA maupun EBA-SP, dengan total nilai sebesar Rp 12,15 triliun, di mana 12 transaksi dilakukan bekerja sama dengan BTN dan 1 transaksi dengan Bank Mandiri.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF ini akan digunakan untuk melakukan pembelian kumpulan tagihan KPR yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi. Adapun seluruh transaksi EBA SP SMF mendapatkan rating idAAA dari Pefindo. Rating tersebut mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat kuat dan risiko default yang rendah.

Lebih lanjut, EBA-SP SMF memiliki imbal hasil antara 7%-10%. Hal ini terlihat dari historikal penerbitan EBA-SP, di mana Kupon EBA-SP Kelas A sebagai instrumen dengan rating triple A selalu berada di atas return deposito. “Berdasarkan laporan keuangan audited EBA-SP SMF per 31 Desember 2019 terlihat kinerja EBA-SP yang masih menunjukkan performa yang baik, di mana masih lancarnya pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A,” kata Ananta.

Sementara pada laporan perubahan aset bersih menunjukkan, masih adanya dividen sertifikat EBA-SP Kelas B. Menurutnya, dua hal tersebut menunjukkan EBA-SP sebagai produk structured finance yang aman dan menguntungkan karena terbentuk mekanisme perlindungan terhadap default bagi para investornya.

“Perlu diketahui juga bahwa, para investor kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya karena memperoleh dividen tadi. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik,” tambahnya seraya menyebutkan, saat ini pendapatan kelas B masih berkisar antara 10%-20%-an per tahun.



Sumber: BeritaSatu.com