Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah
Pegawai Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menghitung uang di Kantor Cabang Jakarta Menteng, Jakarta. (Foto: Antara / Audy Alwi)
Novy Lumanauw / FER Senin, 6 Juli 2020 | 16:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana penggabungan bank syariah pelat merah pada 2021 yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan respon positif dari kalangan akademisi.

Baca Juga: Indef Setuju Rencana Bank BUMN Syariah Dimerger

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Asep Saefuddin menilai tepat dan mendukung penuh upaya penggabungan seluruh bank syariah milik pemerintah.

"Sangat tepat ide merger perbankan syariah. Merger perbankan syariah harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan nasabah pada penerapan konsep syariah secara benar. Sehingga tidak sekadar label,” kata Asep di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Asep menjelaskan, penggabungan perbankan syariah selain akan menguntungkan nasabah dari sisi kemudahan, juga ragam layanan perbankan.

"Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus. Nasabah bisa memilih satu bank syariah, ketimbang saat ini banyak pilihan dan cenderung kompetitif antarbank syariah. Saya rasa itu tidak baik,” kata Asep.

Baca Juga: Wapres Dorong Bank Syariah Bantu Pulihkan Ekonomi

Menurut Asep, penggabungan bank syariah juga harus mengikuti prinsip-prinsip ekonomi Islam (syariah) serta dikelola secara profesional sehingga akan meyakinkan dan membuat nasabah lebih tenang.

Berdasarkan laporan kinerja pada Kuartal I dan Kuartal III Tahun 2019 bank syariah milik negara yaitu, BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri mampu bertahan dalam kondisi krisis. Bahkan, ketiga bank syariah itu dapat melewati awal tahun 2020 dengan hasil kinerja positif.

BNI Syariah yang bergerak di sektor consumer goods dan fokus pada kalangan anak muda dan memiliki infrastruktur di level internasional telah menjadi Bank Buku-III, pada Kuartal I - tahun 2020.

BNI Syariah juga berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 58,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 menjadi Rp 214 miliar.

Baca Juga: Usaha Syariah Harus Terapkan Manajemen Modern

Sedangkan BRI Syariah, yang selama ini fokus pada sektor pemberdayaan UMKM dan Kredit Mikro Syariah berhasil meningkatkan pembiayaan di segmen ritel, dimana pertumbuhannya mencapai 49,74 persen menjadi Rp 20,5 triliun.

Sementara itu, Bank Syariah Mandiri yang membidik sektor ritel dan transaksi digital komersial, membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar pada Kuartal I-2020, di mana angka tersebut naik 51,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy).



Sumber: BeritaSatu.com