APLI: Peluang Bisnis Penjualan Langsung Masih Terbuka
INDEX

BISNIS-27 532.645 (8.39)   |   COMPOSITE 6373.41 (16.42)   |   DBX 1200.38 (7.1)   |   I-GRADE 185.572 (0.47)   |   IDX30 530.591 (5.91)   |   IDX80 143.3 (0.91)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.39)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.313 (0.68)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.27)   |   IDXQ30 150.721 (1.92)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-4.71)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-7.37)   |   IDXV30 150.9 (-1.9)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.11)   |   Investor33 452.728 (7.92)   |   ISSI 189.451 (-0.24)   |   JII 667.742 (1.11)   |   JII70 234.615 (-0.52)   |   KOMPAS100 1279.35 (7.74)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1764.22 (3.66)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 340.233 (-1.68)   |   SMInfra18 325.434 (3.65)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.93)   |  

APLI: Peluang Bisnis Penjualan Langsung Masih Terbuka

Senin, 6 Juli 2020 | 20:23 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) mengakui terjadinya perubahan lansekap pasar setelah merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, sektor bisnis ini masih menyimpan peluang bisnis yang prospektif. Pasalnya, penjualan Langsung dan network marketing secara umum adalah satu-satunya industri resmi yang mempromosikan kesehatan, kesejahteraan dan pendapatan sekaligus yang menjawab tantangan dan kebutuhan masa kini.

Baca Juga: Perusahaan Investasi Wajib Lengkapi Perizinan

Ketua Umum APLI, Kany V Soemantoro mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi asosiasinya saat ini adalah memahami perubahan perilaku konsumen. Krisis kali ini mendorong masyarakat mengubah pola hidup, pola konsumsi dan pola belanja mereka, serta hal-hal yang kini menjadi prioritas di dalam kehidupan mereka secara umum.

"Tantangannya adalah bagaimana anggota APLI bisa memberikan solusi terhadap kebutuhan tersebut,” ungkap Kany dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/7/2020).

Menurut Kany, hingga kini belum ada cetak biru sektor penjualan langsung atau direct marketing yang bisa menjadi referensi pascapandemi. Para anggota APLI pun masih dihadapkan pada dilema antara mempertahankan pola yang sama dengan masa pra-pandemi, atau mencoba saluran dan strategi baru sebagai respon terhadap perubahan di lingkungan.

Kany mengakui, pihaknya belum bisa memprediksi kondisi kedepan. Namun, asosiasinya berkomitmen menyediakan panduan yang berempati dan transparan bagi masyarakat untuk mengembalikan kekuatan ekonominya, serta menggerakan kembali roda perekonomian dan pertumbuhan yang sempat mandek terdampak krisis Covid-19.

Untuk menjalankan komitmen ini, Kany mengimbau para perusahaan penjualan langsung kembali pada motivasi masyarakat bergabung menjadi anggota penjualan langsung, yakni 81 persen untuk membeli produk dengan rabat, serta 72 persen untuk mengembangkan kepribadian.

Baca Juga: APLI Optimistis Industri Direct Selling Terus Meningkat

"Kita bisa mulai bergerak dari dua kutub ini, product purchasing dan pendidikan. Dua kutub ini, baik dari sisi produk ditambah pola pendidikan yang baik bisa menambah hasil yang baik. Pastikan produk kita memiliki efikasi yang baik, sesuai janji dan harga yang tepat, serta kita menggelar program pelatihan benar-benar bermanfaat,” tutur Kany.

CEO dan Chairman HDI, Brandon Chia mengungkapkan, sebagai industri, tidak sulit untuk melihat prospek penjualan langsung dan network marketing yang akan mengalami lompatan besar dalam permintaan. Namun, lompatan besar ini juga bisa jadi sebab kejatuhan juga.

"Banyak money game yang mungkin terjadi. Mungkin ada sejumlah orang yang menggunakan kesempatan untuk menipu orang. Jika APLI tidak melakukan sesuatu, industri penjualan langsung sekali lagi akan mendapat citra buruk di negeri ini, kecuali kita melakukan sesuatu terlebih dahulu dan hanya jika kita melakukannya bersama-sama,” tutup Brandon.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KKP Ajak Masyarakat Perbanyak Konsumsi Ikan

KKP salurkan bantuan 2,7 ton ikan untuk warga Purwakarta.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Ekspor Produk Kaca ke Filipina Berpotensi Meningkat

Akibat penyelidikan safeguard, kinerja ekspor produk kaca cukup terpengaruh pada 2020.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Pemerintah dan BI Sepakat Berbagi Beban Biaya Penanganan Covid-19

Menkeu menyatakan, skema burden sharing didasarkan pada kelompok penggunaan pembiayaan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

KAI Harap Kemhub Relaksasi Batas Isian KRL

Penambahan batas maksimal isian KRL ditaksir bisa mengurangi antrean di stasiun.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan

Martina Berto akan menggenjot penjualan hand sanitizer di semester kedua 2020.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Rencana Merger Perbankan Syariah Banjir Dukungan

Tokoh muda NU dan Muhammadiyah mendukung rencana merger perbankan syariah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

BRIsyariah optimistis dapat menyalurkan KUR hingga Rp 4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kempupera Tetapkan 19 Balai Pelaksana Penyedia Perumahan

Keberadaan balai tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

IHSG Ditutup Naik 15 Poin ke 4.988

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.009 dan terendah 4.973. Transaksi perdagangan senilai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS