IHSG Diprediksi Menguat Seiring Bursa Global

IHSG Diprediksi Menguat Seiring Bursa Global
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 7 Juli 2020 | 08:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2020), yang didasari faktor-faktor berikut ini: kenaikan saham AS pada perdagangan Senin (6/7/2020) yang diperkirakan dapat mendorong pasar regional Asia ke zona hijau, sinyal indeks berjangka Wall Street yang menguat, aktivitas industri jasa AS di bulan Juni dan ekspektasi kalau ekonomi Tiongkok akan kembali pulih, dan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, di tengah akan rilisnya data cadangan devisa Indonesia.

Demikian menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia hari ini.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Survei Bank Indonesia (BI) menyatakan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik pada Juni 2020. Hal itu terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sebesar 83,8 pada Juni 2020 atau naik dari posisi Mei 2020 yang sebesar 77,8. Keyakinan konsumen membaik di seluruh kategori responden, yakni dari tingkat pengeluaran hingga kelompok usia. Detailnya, keyakinan konsumen membaik di 14 kota survei. Perbaikan tertinggi di Kota Mataram, Jakarta dan Samarinda. Peningkatan optimisme konsumen didorong oleh menguatnya ekspektasi konsumen terhadap prediksi pertumbuhan ekonomi pada enam bulan mendatang. Hal ini seiring dengan proyeksi meredanya kasus penularan virus corona di Indonesia. Namun, mayoritas konsumen memandang kondisi ekonomi domestik masih rendah saat ini. Pasalnya, optimisme konsumen terhadap pembelian barang tahan lama juga masih menurun.

Presiden Joko Widodo sedang mempertimbangkan mengeluarkan dekrit darurat untuk mengembalikan regulasi perbankan ke kewenangan bank sentral karena ketidakpuasan terhadap kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama mengatasi dampak pandemi Covid-19. OJK yang saat ini masih fokus dalam tugas restrukturisasi kredit dan pemulihan ekonomi nasional. Bersama dengan Kementerian Keuangan, BI, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam dalam ruang Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK turut serta dalam kebijakan stimulus perekonomian nasional untuk menangani dampak COVID-19.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) tak yakin dengan prediksi Donald Trump yang menyebut vaksin Covid-19 tersedia tahun ini. Hal ini diungkapkan Dr Hahn setelah Donald Trump mengatakan vaksin Covid-19 tersedia jauh sebelum akhir tahun. Dr Hahn juga mengatakan proses vaksin Covid-19 sudah diupayakan secepat mungkin tapi pengembangannya harus tetap didasarkan pada data dan sains.



Sumber: BeritaSatu.com