BNI Didorong Kembangkan Benih Mompreneur Lewat Program Inkubasi

BNI Didorong Kembangkan Benih Mompreneur Lewat Program Inkubasi
Teten Masduki. (Foto: Antara)
Lona Olavia / RSAT Selasa, 7 Juli 2020 | 09:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peran perempuan di dunia usaha khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus meningkat. Meski di tengah pandemi Covid -19, para ibu terus melakukan aktivitas usahanya dari rumah sambil menjaga anak dan menjaga kesehatan untuk membantu serta menopang kebutuhan keluarga.

Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tambok P Setyawati menyebutkan, tahun ini pertumbuhan jumlah debitur UMKM BNI mencapai 32%. Tahun 2015 jumlah debitur UMKM hanya 97 ribu dan mencapai 280.000 debitur pada Juni 2020.

"Yang menarik bahwa komposisi antara debitur entrepreneur UMKM perempuan dan laki-laki di BNI yang terus berkembang, dari sebelumnya hanya 20%, kini sudah mencapai 50%," ungkapnya dalam keterangan pers, Senin (6/7/2020) malam.

Sementara itu, musisi yang juga seorang pengusaha kecantikan, Maia Estianty mengaku pernah merasakan pahit getir merintis bisnis online. Menurutnya, skema kredit berbunga ringan bagi UMKM seperti yang ditawarkan BNI merupakan program yang dinanti oleh pelaku usaha. Ia menilai, bisnis online adalah bisnis yang sangat baru dan menjanjikan apalagi dengan jumlah pengikutnya yang mencapai jutaan.

Wanita yang akrab disapa bunda Maia ini menuturkan, di masa pandemi ini bisnis skin care yang ia mulai sejak tahun 2015 omsetnya tidak terdampak. Dari sisi keuntungan, Bunda Maia mengaku bahwa bisnis online melalui media sosial sangat menguntungkan, bahkan bisa menopang biaya hidupnya dan anak-anak.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini para istri justu tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbagai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah. "Ketika Covid-19 bisnis istrinya yang berkembang dan mereka jual lewat media sosial, itulah salah satu contoh bagaimana justru para perempuan sekarang yang mengambil alih," ujarnya.

Saat ini, lanjut Teten, secara umum tren ekonomi justru bergerak ke arah ekonomi domestik di mana peran ibu rumah tangga para mompreneur makin dominan. Dengan perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi para mompreneur untuk bisa bersaing di dunia usaha. Apalagi, 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan sebagian besar merupakan perempuan atau kaum ibu.

"Nah, komitmen BNI untuk terus membantu dalam pengembangan usaha UMKM ini saya kira sudah tepat dan mereka perlu dipermudah untuk mengakses pembiayaan BNI. Selanjutnya, BNI juga perlu mengembangkan program-program inkubasi untuk mengembangkan benih-benih entrepreneur yang tumbuh di masyarakat," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com