Soal Reshuffle, Tim Ekonomi dan Kesehatan Jadi Sorotan Pebisnis

Soal Reshuffle, Tim Ekonomi dan Kesehatan Jadi Sorotan Pebisnis
Firman Bakri (Foto: Istimewa)
Herman / JAI Selasa, 7 Juli 2020 | 13:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ancaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan perombakan (reshuffle) kabinet, menjadi sorotan pelaku bisnis, khususnya untuk tim ekonomi dan kesehatan.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, kondisi krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19) memerlukan penanganan serius dari tim menteri di bidang ekonomi dan kesehatan.

Firman Bakrie menilai, tim kesehatan harus menjadi fokus utama reshuffle kabinet, karena keberhasilan penanganan pemerintah di bidang kesehatan terkait penyebaraan virus Covid-19 akan berimbas pada sektor lainnya. 

Sedangkan tim ekonomi perlu diperbaiki kinerjanya, karena menjadi andalan untuk bisa membuat terobosan dalam kebijakan dan mengeksekusi stimulus ekonomi yang dialokasikan pemerintah, agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Firman Bakri menilai, kemarahan Presiden Jokowi kepada para menteri terkait masih rendahnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Eekonomi Nasional (PEN) adalah hal yang wajar, bahkan bisa menjadi positif apabila ditindaklanjuti dengan serius.

“Kemarahan Presiden kepada para menterinya adalah hal yang lumrah, seperti seorang manajer yang marah kepada stafnya. Bila kemudian ini bisa mendorong percepatan dan meningkatkan kinerja, ini tentu hal yang bagus,” kata Firman Bakri kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (6/7/2020). 

Untuk tim ekonomi dalam kabinet Indonesia Maju, Firman menilai, kinerja para menterinya sebetulnya sudah cukup baik, tetapi memang perlu ditingkatkan.

Jika harus dilakukan perombakan kabinet, Firman berharap Presiden Jokowi dapat memilih orang-orang yang memang kompeten di bidangnya, dan mampu membuat kebijakan yang sesuai di situasi krisis, sehingga masa transisinya tidak membutuhkan waktu lama, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Saya rasa tim ekonomi sudah cukup baik, tinggal ditingkatkan lagi. Yang justru harus menjadi perhatian sekarang adalah di tim kesehatan. Kalau penanganan kesehatannya masih seperti ini, proses recovery ekonomi akan semakin sulit,” kata Firman Bakri.