OJK Minta Pegawainya Berpikir Out of The Box Hadapi Covid-19

OJK Minta Pegawainya Berpikir Out of The Box Hadapi Covid-19
Wimboh Santoso. (Foto: Antara)
Lona Olavia / WBP Selasa, 7 Juli 2020 | 20:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sejumlah penyegaran pegawai di lingkungan satuan kerja agar dapat mengakselerasi kebutuhan penanganan pandemi Covid-19. Penyegaran ini meliputi mutasi dan promosi 369 jabatan baik di kantor pusat maupun kantor daerah.

Seiring penanganan krisis kesehatan yang berdampak kepada kondisi perekonomian, OJK telah bahu-membahu dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Pejaminan Simpanan (LPS) untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Sesuai kewenangannya, OJK melanjutkan langkah-langkah yang bersifat extraordinary, dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian.

Untuk itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk mengubah pola pikir dan perilaku business as usual menjadi tindakan kreativitas untuk mendapatkan terobosan (out of the box) dari aspek kebijakan dan memonitor pelaksanaan kebijakan dimaksud. Hal itu dilakukan agar kontribusi OJK dalam penanganan dalam aspek ekonomi pada era adaptasi kebiasaan baru (the new normal) menjadi lebih efektif.

"OJK juga telah melakukan pertemuan dengan perbankan dan pelaku usaha di sektor riil untuk memfasilitasi (link and match) kebutuhan sektor riil untuk kembali menggerakkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan penempatan uang negara sebagaimana yang telah diatur dalam PMK Nomor 70 Tahun 2020," tambahnya dalam siaran pers, Selasa (7/7/2020).

OJK, sambung Wimboh, tengah menyiapkan berbagai kemungkinan mengeluarkan kebijakan relaksasi lanjutan mengenai jangka waktu restrukturisasi, batas minimal pemberian kredit, serta dukungan kepada sektor ekonomi yang menjadi pengungkit bergerak kembalinya pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diawali relaksasi restrukturisasi kredit. Hingga 29 Juni 2020, realisasi restrukturisasi kredit secara keseluruhan di industri perbankan Rp 740,79 triliun untuk 6,56 juta debitur UMKM dan non-UMKM.

Dari jumlah tersebut, realisasi restrukturisasi untuk UMKM sebesar Rp 317,29 triliun untuk 5,29 juta debitur dan non-UMKM sebesar Rp 423,5 triliun untuk 1,27 juta debitur. Sementara restrukturisasi pembiayaan di perusahaan pembiayaan, per 30 Juni total outstanding restrukturisasi sebesar Rp 133,84 triliun dengan 3,74 juta kontrak disetujui, sedangkan 451.655 kontrak masih dalam proses persetujuan.



Sumber: BeritaSatu.com