TGB : Tepat Merger Bank Syariah

TGB : Tepat Merger Bank Syariah
Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) resmi bergabung ke Partai Golkar.
Novy Lumanauw / EHD Rabu, 8 Juli 2020 | 10:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi menilai tepat rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan merger bank syariah milik BUMN untuk menjadi sebuah kekuatan besar dalam bisnis syariah di Tanah Air.

Selain akan menarik lebih banyak investor Timur Tengah, penggabungan bank syariah berpeluang untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah dunia, selain Malaysia dan Timur Tengah.

“Langkah yang sangat penting. Merger harus benar-benar berdasarkan kebutuhan. Kebutuhan masyarakat sebagai pengguna bank dan kebutuhan pemerintah sebagai pemegang saham. Dan itu perlu kajian komprehensif,” kata Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) saat dihubungi di Lombok, NTB, pada Rabu (8/7/2020).

TGB yang dua periode menjabat Gubernur NTB, yakni pada tahun 2008-2013 dan 2013-2018, mempunyai pengalaman mengkonversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, pada tahun 2018.

Selain itu, selama menjabat Gubernur NTB, ia juga melakukan merger semua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh kabupaten/kota se- NTB menjadi satu PT BPR.

“Karena kajiannya mengatakan lebih baik dimerger. Alhamdulillah, hasilnya bagus. Lebih efisien dan kompetitif,” kata TGB yang kini menjabat Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Menurut TGB, saat ini perangkat regulasi keuangan syariah di Indonesia cukup lengkap. Disebutkan, Indonesia adalah penerbit obligasi negara syariah (Sukuk) global terbesar dan berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Pada 19 Februari 2019, pemerintah Indonesia telah mendaftarkan dua obligasi negara syariah hijau senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai. Pencatatan ini menjadikan Indonesia sebagai negara penerbit sukuk terbesar berdasarkan nilai tukar yakni, dengan total mencapai US$ 15 miliar dari 11 emisi.

“Kita punya ekonomi yang relatif punya resiliensi tinggi, bahkan di era krisis. Hanya memang masih ada persepsi bahwa perizinan terlalu pelik, bertele-tele, dan sering berubah-ubah. Itu yang perlu dihilangkan dengan reformasi birokrasi yang konsisten,” kata TGB.

Rencananya, pada tahun depan tiga bank syariah yaitu, PT BRI Syariah, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri akan dimerger menjadi bank syariah.



Sumber: BeritaSatu.com