Kempupera Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Pariwisata

Kempupera Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Pariwisata
Labuan Bajo, NTT, satu dari lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas. (Foto: Kempupera)
Muawwan Daelami / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 17:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) membangun infrastruktur berupa fasilitas kesenian dan kebudayaan di destinasi wisata Goa Batu Cermin di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi September 2021

"Untuk sektor pariwisata, yang pertama harus diperbaiki itu infrastruktur. Terus amenities dan event, baru promosinya. Kalau hal itu tidak disiapkan dengan baik, maka wisatawan hanya datang sekali dan tidak balik lagi," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2020).

Basuki merencanakan pembangunan infrastruktur di KSPN dilakukan secara terpadu baik dari sisi penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui rencana induk pembangunan infrastruktur.

"Itu yang harus kita jaga betul agar dapat mengubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan berdampak bagi ekonomi lokal dan nasional," jelasnya.

Baca Juga: BUMN Ditantang Bangun Infrastruktur Terintegrasi

Menurut Basuki, Kempupera melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi NTT, Ditjen Cipta Karya dalam hal ini melakukan penataan destinasi wisata Goa Batu Cermin untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, Kempupera juga membangun fasilitas lain seperti trekking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet. Jalur trekking Goa Batu Cermin dikerjakan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan melibatkan masyarakat setempat.

Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini, lanjut Basuki, bertujuan untuk mendukung percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19, khususnya mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat di Kota Labuan Bajo.



Sumber: BeritaSatu.com