Dow Melonjak Didorong Saham Apple yang Cetak Rekor

Dow Melonjak Didorong Saham Apple yang Cetak Rekor
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 Juli 2020 | 05:24 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (8/7/2020) karena kenaikan saham perusahaan teknologi seperti Apple dan Microsoft bahkan ketika kasus corona terus meningkat.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 177,10 poin atau 0,7 persen ke 26.067,28. S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 3.169,94 dan Nasdaq Composite naik 1,2 persen menjadi 10.492,50, mencetak rekor tertinggi.

Apple naik 2,3 persen ke level tertinggi setelah analis Deutsche Bank menaikkan target harganya. Saham Microsoft naik 2,2 persen dan Netflix melonjak hampir 2 persen. Sementara Amazon ditutup naik 2,7 persen. Sektor teknologi S&P 500 ditutup menguat 1,6 persen atau tertinggi sepanjang sejarah.

"Ketika kasus Covid-19 naik, dan pemerintah AS ini mengambil langkah mundur dalam hal membuka kembali ekonomi, dan semua nama itu (saham-saham yang diuntungkan) mendapatkan permintaan tinggi," kata CEO The Tribeca Trade Group, Christian Fromhertz, merujuk pada saham teknologi dan perusahaan perangkat lunak.

Baca juga: Overbought, Wall Street Ditutup Melemah

Sementara sejumlah perusahaan yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi tertekan sebelum rebound di jam terakhir perdagangan. United turun sebanyak 3,8 persen setelah perusahaan memperingatkan potensi PHK 36.000 karyawannya. Saham United akhirnya pulih menutup tepat di bawah garis datar.

Pergerakan saham Rabu ketika AS melaporkan rekor harian lebih 60.000 kasus virus corona pada Selasa. Jumlah total kasus di AS saat ini lebih 3 juta, menurut Universitas Johns Hopkins. Sementara kematian meningkat menjadi lebih dari 131.000.

Data yang dikumpulkan oleh Apple Maps menunjukkan aktivitas mengemudi melambat di seluruh negeri, yang bisa menjadi tanda peringatan ekonomi. "Angka-angka Covid-19 di AS tetap bermasalah dan ini mulai menciptakan hambatan ekonomi," kata Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, dalam sebuah catatan.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mencoba meredakan kekhawatiran atas dampak virus pada ekonomi. Dia mengatakan bahwa data menunjukkan pemulihan tajam. "Tidak ada yang membantah kami memiliki lonjakan besar kasus-kasus di hot spot tertentu," kata Kudlow, kepada "Squawk Box" CNBC Rabu.

Namun AS telah menciptakan 8 juta pekerjaan baru dalam beberapa bulan terakhir. "Hampir setiap bagian data menunjukkan pemulihan berbentuk kurva V,” kata dia.



Sumber: CNBC